Bantentoday – Universitas Primagraha (UPG) menggelar Piala Wali Kota Serang English Competition 2026 bukan sekadar untuk mencari juara. Kompetisi bahasa Inggris bagi pelajar tingkat SLTA, SMK, dan Madrasah Aliyah (MA) di Kota Serang ini juga menjadi wadah untuk mengasah kemampuan komunikasi sekaligus membuka peluang melanjutkan pendidikan melalui 10 beasiswa kuliah gratis.
Ketua Pusat Bahasa Inggris UPG, Adi Suhendra atau yang akrab disapa Mr. Adi, mengatakan kompetisi tersebut merupakan hasil sinergi antara UPG dan Pemerintah Kota Serang, sekaligus bentuk perhatian Wali Kota Serang Budi Rustandi terhadap pengembangan generasi muda.
“Dasarnya satu, kita memang telah menjalin berbagai kegiatan dengan Pemkot Serang, dan saya melihat ada kepedulian dari Pak Wali terhadap anak-anak muda. Sehingga kita sodorkan konsep ini, dan Pak Wali menyetujuinya,” kata Adi.
Kompetisi tersebut menghadirkan dua kategori, yakni speech contest dan storytelling. Pada pelaksanaan perdana, peserta dibatasi khusus dari sekolah yang berada di wilayah Kota Serang. Terdapat sekitar 88 sekolah tingkat SLTA, SMK, dan MA yang menjadi sasaran peserta, sehingga potensi peserta dapat mencapai 176 orang apabila setiap sekolah mengirimkan satu peserta untuk masing-masing kategori.
Adi menjelaskan, penggunaan bahasa Inggris dalam kompetisi tersebut bertujuan mempersiapkan generasi muda menghadapi lingkungan global. Menurutnya, kemampuan berkomunikasi dalam bahasa internasional menjadi salah satu bekal penting bagi pelajar untuk mengembangkan diri di masa depan.
“UPG dengan Pak Wali sepakat bahwa kita akan mempersiapkan generasi muda kita ini ke kehidupan global. Salah satunya dengan bahasa Inggris,” ujarnya.
Pada kategori speech contest, peserta akan didorong menyampaikan gagasan mengenai peran pemuda. Tema tersebut berkaitan dengan semangat Sumpah Pemuda dan peran generasi muda dalam mendorong perubahan di Indonesia.
Sementara itu, kategori storytelling mengangkat cerita rakyat Nusantara. Konsep tersebut dirancang agar kemampuan peserta berkomunikasi secara global tetap diiringi pemahaman terhadap nilai dan budaya Indonesia. Cerita seperti Malin Kundang menjadi salah satu contoh materi yang dapat digunakan untuk mengenalkan kekayaan cerita rakyat sekaligus pesan moralnya.
Menurut Adi, konsep tersebut penting agar generasi muda mampu berpikir dan berkomunikasi secara global tanpa kehilangan identitas budaya.
“Walaupun mereka punya kemampuan untuk berkomunikasi secara global, berpikir secara global, dan berbisnis mungkin secara global, tapi ada hal-hal yang tetap mereka jaga tentang Nusantara,” jelasnya.
Yang membuat kompetisi ini semakin menarik, penghargaan yang disiapkan tidak hanya berupa hadiah bagi para pemenang. UPG juga menyediakan 10 beasiswa kuliah gratis bagi peserta yang masuk jajaran 10 terbaik atau big ten. Juara kompetisi tetap mendapatkan penghargaan khusus, namun kesempatan memperoleh beasiswa tidak hanya terbatas bagi pemenang utama.
“Juaranya pastilah dia dapat privilege, dapat kekhususan. Tetapi ada 10 terbaik yang kita akan siapkan sesuai dengan apa yang pernah disampaikan oleh Pak Wali, bahwa kita akan menyediakan 10 beasiswa kuliah gratis,” ungkap Adi.
Ia menilai beasiswa tersebut menjadi bentuk penghargaan sekaligus upaya membuka kesempatan pendidikan tinggi bagi pelajar yang memiliki potensi. Menurutnya, banyak anak muda Indonesia memiliki kemampuan yang tidak kalah dibandingkan generasi dari negara lain, tetapi kesempatan untuk berkembang perlu terus diperluas.
Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga diarahkan untuk menemukan talenta-talenta muda yang berpotensi berkembang lebih jauh. UPG membuka peluang untuk membina peserta terbaik agar dapat mengikuti kompetisi bahasa Inggris pada tingkat provinsi maupun nasional.
“Suatu saat kita akan kirim mereka ke kompetisi yang lebih tinggi, misalnya di nasional, di provinsi, dan sebagainya,” tutur Adi.
Pusat Bahasa Inggris UPG juga siap memberikan pembinaan kepada peserta yang memiliki potensi. Dalam penilaian, panitia akan memperhatikan sejumlah aspek, mulai dari penguasaan grammar, ketepatan kosakata, penjiwaan, gestur, hingga kontak mata saat tampil.
Setiap kategori akan dinilai oleh tiga juri dari dosen UPG. Panitia juga tengah mengupayakan keterlibatan dua juri dari @america, pusat kebudayaan Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta, untuk grand final. Namun, keterlibatan tersebut masih dalam proses dan belum dipastikan.
Piala Wali Kota Serang English Competition 2026 dijadwalkan berlangsung pada 7-9 Oktober 2026. Menariknya, seluruh proses pendaftaran peserta tidak dipungut biaya, sehingga pelajar di Kota Serang memiliki kesempatan yang sama untuk mengembangkan kemampuan bahasa Inggris sekaligus membuka peluang mendapatkan beasiswa pendidikan tinggi

