Polda Banten Gandeng Gyokai Tekan Pengangguran

By
5 Min Read

Bantentoday – Polda Banten menggandeng PT Gyokai Indonesia Kompeten untuk memperkuat program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) dan pendidikan vokasi industri. Kolaborasi ini diarahkan untuk memperluas akses masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap pelatihan keterampilan dan kesempatan kerja.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Polda Banten dan PT Gyokai Indonesia Kompeten di Gedung Gyokai Indonesia Kompeten, Cisoka, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).

Kapolda Banten Irjen Pol Hengki mengatakan, persoalan pengangguran tidak hanya berkaitan dengan kondisi ekonomi, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap keamanan dan ketertiban masyarakat.

Ia menyebut tingkat pengangguran di Provinsi Banten saat ini berada di kisaran 6,7 persen atau sekitar 650.000 orang. Kondisi tersebut mendorong kepolisian untuk memperkuat kolaborasi dengan dunia industri agar masyarakat memiliki akses terhadap pendidikan, pelatihan, hingga pekerjaan.

“Apabila tingkat pengangguran tidak bisa kita kurangi, tentu akan berimplikasi terhadap gangguan kamtibmas. Kegiatan hari ini adalah wujud kehadiran negara dan pemerintah untuk mengatasi persoalan tersebut,” ujar Hengki.

Menurut Hengki, program Poliran yang telah berjalan sekitar dua tahun ditujukan untuk membantu masyarakat yang belum memiliki pekerjaan tetap melalui pemberian keterampilan. Program tersebut kemudian diperkuat dengan menggandeng dunia industri melalui pendidikan vokasi yang diselenggarakan PT Gyokai Indonesia Kompeten.

Pendidikan vokasi tersebut dirancang untuk menghubungkan pembelajaran di SMK dengan kebutuhan perusahaan. Peserta mendapatkan kombinasi pembelajaran teori dan praktik, dengan sekitar 30–40 persen kegiatan dilakukan di kelas dan 60 persen lainnya langsung di lingkungan industri.

Pola tersebut diharapkan memberikan pengalaman kerja kepada peserta sebelum lulus. Selain memperoleh pengalaman, peserta juga berkesempatan mendapatkan penghasilan selama mengikuti program.

“Sambil sekolah mereka bisa bekerja di industri dan mempunyai penghasilan. Saat magang satu tahun, mereka menerima upah sekitar 80 persen, dan setelah lulus serta bekerja 100 persen, mereka akan menerima upah sesuai dengan UMK atau UMP setempat,” jelas Hengki.

PT Gyokai Indonesia Kompeten saat ini disebut telah memiliki kemitraan dengan sekitar 200 perusahaan yang dapat menjadi lokasi magang maupun tempat penempatan kerja bagi peserta program.

Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah mengatakan, Polresta Tangerang siap mendukung implementasi program tersebut. Terlebih, Kabupaten Tangerang merupakan salah satu wilayah dengan aktivitas industri yang cukup besar.

Menurutnya, keberadaan kawasan industri perlu diiringi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah sekitarnya.

“Kami juga memiliki tanggung jawab untuk ikut mendorong terciptanya lingkungan masyarakat yang aman, produktif, dan memiliki peluang ekonomi,” ujar Indra Waspada.

Ia menilai program yang mempertemukan dunia pendidikan dengan kebutuhan industri memiliki nilai strategis karena tidak hanya memberikan keterampilan, tetapi juga membuka jalur yang lebih jelas bagi masyarakat untuk memasuki dunia kerja.

Indra Waspada menambahkan, jajaran Polsek nantinya akan didorong untuk membangun komunikasi dengan pemerintah daerah, sekolah, tokoh masyarakat, serta dunia usaha dalam mendukung berbagai program pemberdayaan masyarakat.

“Semangatnya adalah kolaborasi. Ketika pemerintah, kepolisian, dunia pendidikan dan dunia industri bergerak bersama, kita berharap semakin banyak masyarakat usia produktif yang mendapatkan akses pelatihan dan pekerjaan,” tuturnya.

Sementara itu, CEO PT Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pambudi mengatakan, pihaknya membuka kesempatan bagi masyarakat usia produktif untuk mengikuti pelatihan sekaligus mendapatkan akses penempatan kerja.

“Nanti dilatih sama kita dan ditempatkan di perusahaan yang cocok. Tidak ada sarana (syarat khusus) tertentu buat masyarakat yang ingin masuk ke sini. Selama umurnya masih produktif, silakan kemari saja. Nanti kita cari penempatannya yang sesuai dengan spesifikasi perusahaan,” kata Teguh.

Meski terbuka bagi masyarakat usia produktif, peserta tetap harus melewati sejumlah tahapan seleksi untuk menyesuaikan kompetensi dengan kebutuhan perusahaan. Proses tersebut meliputi pendaftaran, pemeriksaan fisik, rangkaian tes, hingga wawancara.

Setelah seluruh tahapan selesai, peserta akan ditempatkan di perusahaan yang sesuai dengan spesifikasi dan kompetensinya.

“Kita ada mekanismenya. Mulai dari mendaftar di sini, pengecekan fisik, lalu mengikuti rangkaian tes hingga wawancara. Setelah wawancara selesai, baru dilakukan penempatan kerja,” pungkas Teguh.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *