Bnatentoday – SMP PGRI 2 Ciledug, Kota Tangerang, berhasil menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih predikat Juara Umum Olimpiade Informatika dan Kecerdasan Artifisial (KKA) ke-8 tingkat nasional. Kompetisi tersebut berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, pada 29 Oktober hingga 1 November 2026.
Ajang yang diikuti peserta dari 14 provinsi di Indonesia ini menjadi wadah bagi para pelajar untuk menunjukkan kemampuan, kreativitas, dan inovasi di bidang teknologi. Dalam kompetisi tersebut, delegasi SMP PGRI 2 Ciledug berhasil bersaing melalui sejumlah kategori perlombaan, mulai dari coding, cerdas cermat informatika dan KKA, hingga robotik.
Guru Robotik SMP PGRI 2 Ciledug, Encep Abdussalam, mengungkapkan kebanggaannya atas pencapaian para siswa. Menurutnya, keberhasilan meraih sejumlah penghargaan hingga menyandang predikat juara umum merupakan hasil dari kemampuan dan kerja keras siswa dalam mengembangkan kompetensi teknologi.
“Prestasi ini menjadi kebanggaan bagi sekolah dan tentunya Kota Tangerang. Anak-anak mampu menunjukkan kompetensi, kreativitas, serta kemampuan berinovasi dalam bidang informatika dan teknologi di tengah persaingan dengan peserta dari berbagai provinsi,” ujarnya.
Adapun penghargaan yang berhasil dibawa pulang SMP PGRI 2 Ciledug meliputi Juara 2 Coding Membuat Game, Juara 3 Cerdas Cermat Informatika dan KKA, serta Juara 1 Robotik Tim A melalui karya bertajuk Smart Helmet. Sementara itu, Robotik Tim B turut menunjukkan inovasinya melalui karya Modern Garden.
Prestasi lainnya juga diraih dari kategori coding membuat game. Salah satu karya siswa SMP PGRI 2 Ciledug mendapatkan penghargaan khusus sebagai game terbaik berdasarkan orisinalitas, karena dibuat tanpa menggunakan bantuan Artificial Intelligence (AI).
Salah satu siswa peraih penghargaan, Revino Gerald, mengaku bangga dapat berkontribusi membawa nama sekolah dan Kota Tangerang di tingkat nasional. Ia menyebut kompetisi tersebut menjadi pengalaman berharga untuk mengembangkan kemampuan, mengasah kreativitas, serta belajar menciptakan karya teknologi secara mandiri.
“Pengalaman mengikuti kompetisi ini sangat berkesan. Kami belajar untuk terus berusaha, mengembangkan ide, dan bekerja sama dengan tim. Saya berharap prestasi ini bisa menjadi motivasi untuk terus belajar dan menciptakan karya yang lebih baik,” ungkap Revino.

