Sebanyak 288 perusahaan dengan 2.012 proyek di Kabupaten Lebak telah menyerap tenaga kerja 7.254 orang selama periode Januari-September 2026. Penyerapan lapangan pekerjaan hingga ribuan orang itu dari investasi lima negara yakni Singapura, Tiongkok, Hong Kong, Korea Selatan, dan Amerika Serikat.
“Kami meyakini penyerapan tenaga kerja itu dipastikan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” kata Analis Kebijakan Madya Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Lebak, Robertus Erwin, Jumat (6/11).
Berdasarkan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM nilai investasi Kabupaten Lebak periode Januari-September 2026 menembus Rp1,64 triliun terdiri atas penanaman modal dalam negeri (PMDN) Rp1,14 triliun dan penanaman modal asing (PMA) Rp530 miliar.
Peringkat lima besar sektor realisasi investasi di Kabupaten Lebak yakni listrik, gas dan air Rp406 miliar. Disusul, sektor transportasi, gudang, dan telekomunikasi Plastik Rp331 miliar, ketiga perumahan, kawasan industri, dan perkantoran Rp238 miliar.
Sedangkan, industri barang dari kulit dan alas kaki Rp155 miliar dan tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp75 miliar. ”Kita mengapresiasi target nilai investasi 2026 sebesar Rp1,41 triliun melebihi hingga sampai September mencapai Rp1,64 triliun atau 119 persen,” ucap Robertus Erwin.

