Pemprov Banten Jajaki Kolaborasi Pendidikan dengan Cambridge

Bantentoday – Gubernur Banten Andra Soni menjajaki kerja sama strategis dengan Cambridge School Indonesia sebagai upaya meningkatkan mutu pendidikan di Provinsi Banten.
Menurut Andra, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten tidak hanya fokus memperluas akses pendidikan, tetapi juga mulai mendorong peningkatan kualitas melalui penerapan kurikulum unggulan dan pengembangan sekolah berstandar internasional.
“Pada tahun 2025 dan sebelumnya, Pemprov Banten memberikan akses seluas-luasnya kepada anak-anak Banten untuk mendapatkan pendidikan di SMA dan SMK yang layak. Berupa pembangunan unit sekolah baru, ruang kelas baru, dan sejak tahun 2025 penerapan Program Sekolah Gratis yang telah berjalan satu tahun. Insya Allah akan kita luaskan sampai tingkat Madrasah Aliyah,” kata Andra Soni saat menerima audiensi perwakilan Cambridge di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (12/5/2026).
Ia menegaskan, setelah akses pendidikan diperluas, langkah berikutnya adalah memastikan kualitas pendidikan terus meningkat melalui kolaborasi dengan lembaga pendidikan profesional.
“Jadi setelah akses, tentunya kita juga harus meningkatkan kualitasnya. Salah satu upaya kita adalah membangun kerja sama dengan profesional pendidikan. Kita mulai dari CMBBS (Cahaya Madani Banten Boarding School),” ujar dia.
Andra juga mengungkapkan bahwa dirinya telah menerbitkan regulasi terkait pengelolaan sekolah unggulan di Provinsi Banten. Namun, sekolah unggulan tersebut harus tetap terjangkau dan dapat diakses seluruh lapisan masyarakat.
“Ke depan kita ingin ada sekolah-sekolah unggulan di setiap kabupaten dan kota di Provinsi Banten. Kami sedang menuju ke arah sana,” kata dia.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Jamaluddin mengatakan, Gubernur Banten telah menandatangani Peraturan Gubernur (Pergub) Banten Nomor 24 Tahun 2026 tentang pengelolaan SMA Cahaya Madani Banten Boarding School (CMBBS).
Dalam regulasi tersebut diatur delapan standar pengelolaan sekolah unggulan, mulai dari standar kurikulum, sarana dan prasarana, standar isi, hingga proses pembelajaran.
“Kaitan dengan standar kurikulum, sarana prasarana, standar isi, hingga proses di situ ada peluang wali murid untuk membantu. Dan diharapkan kabupaten dan kota untuk mengirimkan anak-anaknya yang pintar ke CMBBS sebagai salah satu sekolah unggulan di Provinsi Banten,” kata dia.
Perwakilan Cambridge Indonesia, Adri Prakoso, menjelaskan bahwa saat ini terdapat empat sekolah di Indonesia yang telah menjadi Cambridge School, yakni SMA 1 Teladan Yogyakarta, SMAN Unggulan MH Thamrin Jakarta, SMAN Sumatera Selatan, dan SMAN 3 Ponorogo, Jawa Timur.
Sementara itu, sejumlah sekolah lain masih dalam tahap persiapan sebagai educational partner Cambridge School, di antaranya SMAN 2 Solok, SMAN 1 Payakumbuh, dan SMAN 2 Bukittinggi.
“Kurikulum Cambridge merupakan sistem pendidikan terintegrasi, fokus kepada siswa, multilingualism, berstandar internasional, serta dukungan global regional,” jelas Adri.
Ia menambahkan, penerapan kurikulum Cambridge dapat mendorong siswa berprestasi di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus membuka peluang melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi luar negeri.
“Cambridge Indonesia memiliki ekosistem pendidikan dari TK hingga SMA,” kata dia.
