Bantentoday – Kebiasaan membakar sampah secara terbuka masih menjadi hal yang perlu diwaspadai, khususnya ketika cuaca panas dan kondisi lingkungan cenderung kering. Selain dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran, asap dari pembakaran sampah juga berpotensi menurunkan kualitas udara dan memicu gangguan kesehatan, terutama pada saluran pernapasan.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Menurutnya, asap yang dihasilkan dari proses tersebut dapat membawa sejumlah zat pencemar yang berisiko terhirup dan masuk ke saluran pernapasan sehingga berdampak pada kesehatan.
”Salah satu polutan yang perlu diwaspadai adalah particulate matter (PM2.5), yakni partikel berukuran sangat kecil yang dapat masuk lebih jauh ke dalam saluran pernapasan. Paparan polusi udara dalam jumlah maupun durasi tertentu dapat meningkatkan risiko munculnya gangguan kesehatan,” papar dr. Dini, Selasa (22/9/26).
Ia mengingatkan masyarakat untuk tidak menganggap pembakaran sampah sebagai aktivitas yang sepele. Menurutnya, asap yang dihasilkan dapat menyebar ke lingkungan sekitar dan ikut terhirup oleh orang lain.
“Masyarakat kami imbau untuk tidak membakar sampah secara terbuka. Asapnya dapat mengganggu kualitas udara dan berisiko terhadap kesehatan, terutama bagi kelompok yang rentan terhadap paparan polusi udara,” ujar Dini.
Kelompok yang perlu mendapat perhatian lebih antara lain anak-anak, lanjut usia, ibu hamil, serta masyarakat yang memiliki gangguan atau sensitivitas pada saluran pernapasan. Karena itu, menjaga kualitas udara di lingkungan tempat tinggal menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan bersama.
Dinkes juga mengingatkan masyarakat untuk mengurangi aktivitas yang dapat memperburuk kualitas udara. Jika menemukan lingkungan dengan asap atau pembakaran sampah, warga dapat menghindari sumber asap dan memastikan sirkulasi udara di dalam rumah tetap baik.
”Masyarakat dianjurkan mengelola sampah dengan cara yang lebih aman, seperti melakukan pemilahan dari rumah dan memanfaatkan layanan pengelolaan sampah yang tersedia. Sampah yang masih memiliki nilai guna juga dapat dipilah untuk didaur ulang atau disalurkan melalui bank sampah,” tutupnya.

