Bantentoday – Maya Iga Nurrahma, mahasiswi asal Kota Tangerang Selatan, berhasil meraih gelar Winner Puteri Batik Banten 2026. Pencapaian tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang Maya dalam mengembangkan potensi diri sekaligus mendorong pelestarian budaya, khususnya batik Banten.
Maya merupakan lulusan Program Studi S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Muhammadiyah Tangerang (UMT). Selama menempuh pendidikan, ia juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan tercatat sebagai salah satu pengurus BEM PGSD UMT. Berbekal pengalaman pendidikan dan organisasi tersebut, Maya mengikuti ajang Putri Batik Banten 2026 yang prosesnya berlangsung sekitar tiga bulan, mulai dari pendaftaran hingga grand final.
Dalam proses tersebut, Maya harus melewati berbagai tahapan dan bersaing dengan puluhan finalis Putra-Puteri Batik Banten dari berbagai daerah. Masa pembekalan atau karantina menjadi salah satu tahapan yang dijalaninya, dengan kegiatan seperti public speaking dan catwalk untuk mengasah kemampuan serta membangun kepercayaan diri. Rangkaian kegiatan yang padat juga menuntut kesiapan, kedisiplinan, dan komitmen hingga akhirnya Maya berhasil menyandang gelar Winner Puteri Batik Banten 2026.
Bagi Maya, gelar tersebut bukan sekadar pencapaian pribadi. Ia ingin menjadikan perannya sebagai Putri Batik Banten sebagai kesempatan untuk mengajak masyarakat, terutama generasi muda, lebih mengenal dan mencintai budaya daerah. Semangat tersebut diwujudkan melalui gerakan SABAYA, singkatan dari Suarakan Batik, Suarakan Budaya Bersama Maya.
Salah satu pengalaman yang memperkuat kepedulian Maya terhadap batik daerah adalah kunjungannya ke Rumah Batik Setu, salah satu produsen batik di Kota Tangerang Selatan. Dari kunjungan tersebut, Maya mengetahui bahwa Tangerang Selatan juga memiliki motif batik khas yang menjadi bagian dari kekayaan budaya daerah. Pengalaman itu membuatnya semakin memahami bahwa batik tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga membawa identitas dan cerita dari daerah asalnya.
Melalui SABAYA, Maya berupaya memperkenalkan batik dan budaya Banten dengan pendekatan yang dekat dengan generasi muda. Salah satunya melalui konten kreatif digital di media sosial. Menurutnya, media sosial dapat menjadi ruang untuk menyampaikan edukasi budaya dengan cara yang lebih segar, kreatif, dan mudah dipahami oleh masyarakat.
Maya juga meyakini pelestarian budaya dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Mengunjungi UMKM batik, mengenal motif khas daerah, hingga membagikan informasi mengenai budaya melalui media sosial dinilai dapat menjadi langkah awal untuk menumbuhkan rasa ingin tahu sekaligus kebanggaan terhadap warisan budaya.
Lewat perannya sebagai Winner Puteri Batik Banten 2026, Maya berharap semakin banyak generasi muda yang mau mengenal batik Banten dan budaya daerah secara lebih mendalam. Ia ingin SABAYA menjadi wadah untuk mengedukasi dan menginspirasi masyarakat agar ikut mengambil bagian dalam pelestarian budaya.

