Ekspor Banten Tembus US$7,66 Miliar hingga Juli 2026, Naik 2,30 Persen

By
2 Min Read

Bantentoday – Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Banten mencatat nilai ekspor Banten sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai US$7.661,21 juta atau sekitar US$7,66 miliar.

Angka tersebut meningkat 2,30 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025. Kenaikan terutama terlihat pada ekspor migas yang melonjak 213,18 persen menjadi US$180,11 juta, sementara ekspor nonmigas tumbuh 0,67 persen menjadi US$7.481,10 juta.

Kinerja ekspor juga menunjukkan pertumbuhan pada Juli 2026. Nilai ekspor Banten pada bulan tersebut mencapai US$1.225,04 juta, naik 6,04 persen dibandingkan Juli 2025.

Sementara itu, ekspor nonmigas mencapai US$1.198,13 juta atau meningkat 5,45 persen secara tahunan. Dari 10 komoditas nonmigas terbesar selama Januari-Juli 2026, tembaga (HS 74) mencatat kenaikan persentase tertinggi sebesar 43,35 persen, dengan nilai peningkatan US$220,58 juta. Sebaliknya, ekspor kakao/cokelat (HS 18) mengalami penurunan terbesar, yakni 37,82 persen atau berkurang US$239,44 juta.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok menjadi pasar ekspor nonmigas terbesar Banten dengan nilai US$1.189,99 juta, disusul Amerika Serikat US$894,73 juta dan India US$532,42 juta. Ketiga negara tersebut menyumbang 34,99 persen dari total ekspor nonmigas Banten.

Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN mencapai US$1.984,93 juta dan Uni Eropa US$830,47 juta. Berdasarkan sektor, ekspor industri pengolahan naik 0,54 persen dan pertambangan serta lainnya meningkat 48,54 persen, sedangkan sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan turun 14,55 persen. Untuk pelabuhan muat, Tanjung Priok mendominasi dengan nilai ekspor US$5.903,13 juta atau 77,05 persen, diikuti Merak sebesar US$528,18 juta dan Cigading US$505,02 juta.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *