Perumahan dan Kawasan Industri Jadi Pilar Penguatan Investasi Banten

Harry
By
2 Min Read

Bantentoday – Realisasi investasi di wilayah Banten didominasi oleh sektor properti dan kawasan industri dan  berhasil mempertahankan posisi Banten di posisi kelima secara nasional pada triwulan II. Demikian ungkap Deputi Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten Rawindra Ardiansah belum lama ini.

Dilansir Antara, dia menjelaskan sektor perumahan, kawasan industri, dan perkantoran, menjadi penyerap modal terbesar dengan nilai mencapai hampir Rp19 triliun. Capaian ini menempatkan Banten di jajaran lima besar provinsi dengan investasi tertinggi di Indonesia, di bawah DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, dan Sulawesi Tengah.

“Untuk sektor investasi, paling banyak masuk di triwulan II itu di perumahan, kawasan industri, sama perkantoran. Nilainya hampir Rp19 triliun sehingga perkokoh investasi Banten,” ujar Rawindra.

Selain sektor utama tersebut, investasi Banten juga didukung oleh industri kimia dan farmasi sebesar Rp10 triliun, serta sektor perdagangan, jasa, dan transportasi yang secara akumulatif menyumbang sekitar Rp12 triliun.

Secara spasial, Kabupaten Tangerang mencatatkan realisasi investasi tertinggi mencapai Rp29 triliun, sementara Kabupaten Pandeglang menjadi yang terendah dengan angka Rp0,4 triliun.

Kuatnya arus modal di sektor perumahan dan kawasan industri ini sejalan dengan pertumbuhan sektor konstruksi yang mencapai 7,35 persen. Pertumbuhan ini didorong oleh pengerjaan berbagai Proyek Strategis Nasional (PSN), pembangunan jalan tol, serta program pembangunan 3 juta rumah yang juga memicu lonjakan realisasi pengadaan semen dari 9 persen menjadi 19 persen.

“Kinerja investasi yang kokoh ini menjadi salah satu pendorong utama ekonomi Banten yang tumbuh 5,49 persen (yoy), melampaui angka pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 5,29 persen” katanya.

Rawindra menambahkan bahwa stabilitas ekonomi daerah juga ditopang oleh akselerasi belanja pemerintah melalui program-program unggulan seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Sekolah Rakyat, dan penguatan koperasi desa yang mendukung konsumsi pemerintah hingga tumbuh 10 persen secara tahunan.

 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *