Persita Tangerang Targetkan Masuk 8 Besar di Super League 2026/2027

Tony Prasetyo
3 Min Read

Bantentoday – Klub Persita Tangerang menargetkan masuk posisi delapan besar dalam kompetisi Liga 1 Indonesia atau Super League 2026/2027. Pada musim 2025/2026, Persita menempati posisi 10 besar dengan 45 poin dari 34 pertandingan. Persita Tangerang mengoleksi 13 kemenangan, enam seri, dan 15 kekalahan.

“Target di Super League 2026/2027 masuk delapan besar ya,” kata Presiden Klub Persita Tangerang Ahmed Zaki Iskandar saat peluncuran tim Persita untuk musim 2026/27 di Tangerang, Kamis (27/8/2026).

Peluncuran tim Persita menjadi momentum pengenalan skuad, jajaran pelatih, hingga jersi terbaru kandang-tandang. Di jajaran pelatih, Persita tetap mempercayai juru taktik asal Spanyol, Carlos Pena yang akan menjalani musim keduanya bersama Persita. Pena akan dibantu Jan Saragih sebagai asisten pelatih, Luis Garcia sebagai pelatih fisik, Manuel Crespo sebagai analis, Kurnia Sandi sebagai pelatih kiper, Muhammad Raden sebagai asisten pelatih kiper, dan Suwarto sebagai video analis.

Selain itu, Persita juga mengumumkan skuad untuk musim 2026/27, salah satunya ada Tyronne del Pino yang hadir secara langsung. Mantan pemain Persib itu menjadi salah satu dari 10 pemain asing yang dimiliki Persita musim ini.

Untuk jersi, kostum kandang Persita melanjutkan dan mengevolusikan motif kulit naga dari musim sebelumnya. Konsep itu merepresentasikan zirah prajurit yang ditempa dari berbagai pertempuran dan bukan sekadar pengulangan desain lama.

Persita menyebut jersi kandang merupakan sebuah transformasi menuju tantangan yang lebih besar. Warna ungu gelap dipilih sebagai identitas, kebanggaan, dan loyalitas klub yang berakar dari budaya Tangerang Raya, dipadukan dengan emas yang melambangkan ambisi dan kejayaan, serta putih sebagai elemen kontras yang menyala.

Detail potongan bahu dan samping terinspirasi dari lapisan zirah (armor-inspired cutting), melambangkan proteksi, kesiapan, dan disiplin layaknya pendekar yang selalu siap bertarung namun tetap bergerak percaya diri. Motif jacquard menyatukan tiga elemen identitas Persita, yakni aliran Kali Cisadane, siluet Benteng, dan Lidah Api.

Pesan tersembunyi Bound by Loyalty, Driven by Victory diselipkan di bagian bawah dan dalam jersi, merepresentasikan ikatan tak terpisahkan antara klub, pemain, dan suporter sejak 1953 (Bound by Loyalty), serta ambisi dan kerja keras untuk terus berprestasi (Driven by Victory).

Sementara, jersi tandang mengangkat konsep perjalanan Persita saat meninggalkan kandang, tapi tetap membawa identitas dan semangat kemanapun bertanding.

Warna dasar putih biru keperakan memberi kesan modern dan progresif, dipadukan merah maroon yang menghadirkan karakter lebih dewasa dan berwibawa, serta aksen orange stabilo yang mencolok bagai nyala obor dalam kegelapan.

Makna warna putih biru perak melambangkan lembaran baru dan kepercayaan diri menghadapi tantangan tandang, merah maroon merepresentasikan keberanian yang matang dan ketenangan mengambil keputusan di bawah tekanan, sementara orange stabilo menjadi warna dominan pada crest.

 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *