Javlon Guseynov: Persita Berada di Jalur yang Tepat Jelang BRI Super League 2026/27

Harry
By
3 Min Read

Bantentoday – Kapten baru Persita Tangerang, Javlon Guseynov, menilai persiapan timnya untuk menghadapi BRI Super League 2026/27 berjalan sesuai rencana. Pendekar Cisadane saat ini tengah menjalani pemusatan latihan di Yogyakarta dan telah melakoni sejumlah pertandingan uji coba menghadapi sesama kontestan Super League. Bek asal Uzbekistan itu menyebut latihan fisik dan taktik yang dijalani tim semakin memperkuat kekompakan skuad.

“Menurut saya, persiapan kami berjalan dengan baik. Kami telah berlatih keras, baik secara fisik maupun taktik, dan yang terpenting adalah tim ini semakin akrab dan solid dari hari ke hari. Masih ada hal-hal yang perlu diperbaiki, namun menurut saya kami berada di jalur yang tepat,” ujar Javlon.

Menurut pemain berusia 35 tahun tersebut, laga uji coba menjadi bagian penting dalam proses persiapan. Selain mengukur perkembangan tim, pertandingan tersebut memberikan kesempatan kepada pelatih untuk menguji berbagai strategi sekaligus membantu pemain baru beradaptasi dengan rekan-rekan setimnya. “Hasil pertandingan bukanlah hal terpenting dalam masa persiapan; yang terpenting adalah kami belajar dan berkembang menjadi tim yang lebih baik,” katanya.

Musim 2026/27 juga menjadi babak baru bagi Javlon yang memasuki musim keempat bersama Persita. Ia dipercaya menjadi kapten setelah Muhammad Toha meninggalkan klub dan bergabung dengan DPMM FC di Brunei. Javlon menegaskan bahwa ban kapten bukan sekadar simbol, tetapi membawa tanggung jawab besar untuk menjadi teladan dan menjaga persatuan tim.

“Bagi saya, menjadi kapten bukan sekadar mengenakan ban kapten. Ini tentang memikul tanggung jawab, menjadi teladan, serta mendukung rekan-rekan setim, baik di dalam maupun di luar lapangan. Saya berusaha berkomunikasi dengan para pemain, menjaga fokus semua orang, dan memastikan kami tetap bersatu, terutama di saat-saat sulit,” tutur Javlon.

Ia juga optimistis para pemain anyar Persita dapat beradaptasi dengan cepat. Menurutnya, suasana kekeluargaan yang selama ini melekat di dalam tim menjadi modal penting untuk membangun chemistry. Para pemain lama pun disebut aktif membantu pemain baru agar segera merasa nyaman dan menjadi bagian dari skuad.

“Kami berupaya membuat mereka merasa menjadi bagian dari tim sejak hari pertama. Para pemain lama membantu mereka dalam hal komunikasi atau sekadar membantu mereka agar merasa nyaman berada di dalam tim. Menurut saya, hal terpenting adalah terciptanya suasana yang positif dan pemahaman bersama bahwa kami semua berjuang demi tujuan yang sama,” pungkasnya.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *