Pameran Hewan IIPE 2026 Diharapkan Memberikan Dampak Positif Bagi Ekonomi Daerah

Pameran hewan ini tersimpan potensi besar sebagai penggerak roda perekonomian lokal dan magnet investasi daerah. Di mana ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan nilai investasi.

Tony Prasetyo
3 Min Read
Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026

Bantentoday – Pameran hewan Indonesia International Pet Expo (IIPE) 2026 yang digelar pada 4 – 6 September 2026 di ICE BSD, Kabupaten Tangerang, Banten dinilai dapat meningkatkan peluang bisnis dan ekosistem ekonomi daerah. Khususnya melalui peningkatan investasi, promosi produk lokal, pemberdayaan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta terbukanya jejaring bisnis yang lebih luas

“Kami berharap kehadiran IIPE 2026 dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah,” kata Wakil Bupati Tangerang Intan Nurul Hikmah di Tangerang, Jumat (4/9/2026).

Intan mengatakan bahwa pameran hewan ini tersimpan potensi besar sebagai penggerak roda perekonomian lokal dan magnet investasi daerah. Di mana ini menjadi momentum strategis untuk meningkatkan nilai investasi. “Pemkab Tangerang menaruh harapan besar agar IIPE 2026 mampu memberikan multiplier effect bagi perekonomian regional,” katanya.

Intan berharap agar ekosistem industri hewan kesayangan saat ini terus berkembang pesat. Sektor ini tidak hanya berfokus pada hewan peliharaan semata, melainkan merambah ke berbagai lini industri kreatif, produk pangan, kesehatan, jasa perawatan, hingga teknologi yang banyak digerakkan oleh pelaku UMKM lokal. “Selain menyoroti aspek bisnis dan nilai investasi, Wabup Intan juga mengajak seluruh peserta dan exhibitor untuk menjadikan IIPE 2026 sebagai sarana edukasi publik,” ujarnya.

Ia menekankan pentingnya memperkuat komitmen terhadap kesejahteraan hewan (animal welfare) serta penerapan standar kesehatan yang berkelanjutan. Dengan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, dan komunitas, IIPE 2026 diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Kabupaten Tangerang sebagai pusat pertumbuhan investasi baru, tetapi juga membawa industri hewan kesayangan Indonesia semakin berkibar di kancah internasional.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian RI, Agung Suganda, mengungkapkan bahwa IIPE 2026 diikuti oleh 295 exhibitor dengan kualitas pameran yang terus meningkat setiap tahunnya. Kendati demikian, tantangan besar dalam hal kemandirian produk dalam negeri, khususnya pada sektor pangan hewan. Saat ini, sekitar 90 persen produk makanan hewan kesayangan masih bergantung pada impor,” ucapnya.

Pemerintah mendorong para pelaku usaha dan inovator lokal untuk memanfaatkan momentum ini agar segera beralih dan memperkuat produksi pangan lokal. Di sisi lain, industri obat hewan nasional justru menorehkan prestasi gemilang di kancah global. Produk obat hewan Indonesia terbukti mampu mendunia dan sukses menembus pasar ekspor hingga ke Rusia,” tutup Agung.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *