Atasi Kekeringan, Petani Lebak Andalkan Pompa Pantek Berbasis Sistem Satelit

Atasi Kekeringan, Petani Lebak Andalkan Pompa Pantek Berbasis Sistem Satelit

Bantentoday –  Pompa pantek sistem satelit digunakan sejumlah petani di Kabupaten Lebak, Banten, untuk mengatasi kekeringan menyusul memasuki musim kemarau atau El Nino di daerah itu.

“Kami memanfaatkan pompa pantek sistem satelit untuk menyedot air dalam tanah dengan kedalaman 60 meter,” kata Ketua Kelompok Tani Sukabungah Kabupaten Lebak Ruhiana di Lebak, dilansir Antara.

Pompa pantek sistem satelit itu sangat efektif dan murah untuk mengaliri air ke tanaman padi agar tumbuh subur dan menghasilkan produksi pangan.

Saat ini, tanaman padi di wilayahnya seluas 150 hektare yang usia tanam rata-rata 10 hari setelah tanam mengalami kekeringan.

Penyebab kekeringan itu, karena sejak sepekan terakhir tidak turun hujan, sehingga dipastikan tanaman padi tidak tumbuh subur.

“Kami berharap pompa pantek itu bisa mengaliri persawahan tanaman padi seluas 150 hektare itu,” kata Ruhiana.

Menurut dia, pihaknya menggunakan pompa pantek tersebut atas bantuan dana desa dengan anggaran Rp50 juta per unit.

Saat ini, jumlah pompa pantek yang ada sebanyak 3 unit dan kekurangan sekitar 10 unit.

Karena itu, pihaknya berharap pemerintah daerah menyalurkan bantuan pompa pantek untuk mengatasi kekeringan tersebut.

“Kami memastikan kekurangan pompa pantek itu, jika kemarau panjang bisa mengancam gagal panen,” katanya menjelaskan.
Yasin, seorang petani di Kecamatan Cibadak Kabupaten Lebak mengatakan dirinya bersama petani lainnya secara swadaya menggunakan pompa pantek mengaliri ke persawahan.

Sistem pompa pantek,kata dia, sangat membantu petani, karena biayanya relatif murah dibandingkan pompa diesel.

Untuk pompa pantek sistem satelit itu hanya kena biaya listrik Rp3.000 per jam, sedangkan pompa diesel Rp10 ribu/jam

“Kami mengoperasikan pompa pantek di areal persawahan dengan memasang tiang listrik juga memasang sedotan air yang dialiri ke petak-petak sawah,” katanya menjelaskan.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Lebak Rahmat Yuniar mengatakan saat ini kekeringan areal persawahan terjadi di beberapa wilayah dan belum merata, sehingga masih bisa ditangani dengan sistem pompanisasi untuk menyedot air dari sungai, embung hingga dalam tanah.

“Kita minta petani dapat menggunakan pompa bantuan yang ada untuk mengatasi kekeringan agar tetap menghasilkan produksi pangan di tengah kemarau itu,” katanya menjelaskan.

TAGS