PTPP Raih Kontrak Rp1,19 Triliun untuk Proyek Revitalisasi Terminal 1 Bandara Soetta

Tony Prasetyo
2 Min Read

Bantentoday – PT PP (Persero) Tbk (PTPP) perolehan proyek lanjutan Revitalisasi Terminal 1 (T1A) Bandara Soekarno-Hatta dengan nilai kontrak Rp1,19 triliun termasuk pajak pertambahan nilai (PPN). Pada proyek itu, PTPP akan mengerjakan berbagai pekerjaan, mulai dari preliminary (pendahuluan), struktur, arsitektur, interior, landscape, mekanikal, elektrikal, hingga elektronik. Proyek tersebut memiliki masa pelaksanaan selama 365 hari kalender sejak 21 Agustus 2026.

Selain itu, revitalisasi juga dilakukan dengan pendekatan konstruksi berbasis teknologi. PTPP memanfaatkan pemodelan dan pengelolaan informasi berbasis 3D, 4D, dan 5D, serta teknologi Virtual Reality (VR), Augmented Reality (AR), BIM 3D, dan virtual tour. Perseroan juga menggunakan teknologi Ground Penetrating Radar (GPR), antara lain melalui DSX Utility Detection Solution dan Leica DS4000 Utility Detection System, untuk membantu mengidentifikasi utilitas bawah tanah secara lebih akurat.

Corporate Secretary PTPP Joko Raharjo mengatakan perolehan proyek lanjutan tersebut menjadi bukti kepercayaan terhadap pengalaman dan kapabilitas perseroan dalam mengerjakan proyek infrastruktur strategis.

“PTPP berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam proyek Lanjutan Revitalisasi Terminal 1 (T1A) Bandara Soekarno-Hatta. Dengan pengalaman, kapabilitas, serta pemanfaatan inovasi dan teknologi digital dalam proses konstruksi, kami optimistis proyek ini dapat dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu, dan keselamatan kerja,” kata Joko, Senin (24/8/2026).

Kata Joko, revitalisasi Terminal 1A diharapkan dapat meningkatkan kualitas fasilitas bandara sekaligus mendukung kebutuhan mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi yang semakin berkembang.

Bandara Soekarno-Hatta merupakan salah satu simpul transportasi udara strategis yang memiliki peran penting dalam menghubungkan masyarakat, pelaku usaha, dan berbagai pusat kegiatan ekonomi. Karena itu, peningkatan kualitas fasilitas terminal tidak hanya berkaitan dengan kenyamanan pengguna jasa, tetapi juga mendukung kapasitas infrastruktur transportasi dalam menopang aktivitas ekonomi.

“Pemanfaatan teknologi dalam pelaksanaan konstruksi diharapkan dapat memberikan nilai tambah, baik dari sisi kualitas maupun efektivitas pekerjaan,” ujarnya.

Dengan tambahan kontrak Rp1,19 triliun tersebut, PTPP semakin memperkuat portofolio di sektor infrastruktur transportasi. Sementara bagi perekonomian, peningkatan kualitas fasilitas Terminal 1A diharapkan dapat memperkuat infrastruktur pendukung mobilitas dan konektivitas yang menjadi bagian penting dalam mendorong aktivitas ekonomi.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *