Operasi Gabungan ODOL di Tol Jakarta-Tangerang, 31 Truk Kena Tindak

Bantentoday – PJR Bitung Korlantas Polri bersama sejumlah instansi menggelar operasi gabungan sosialisasi dan penertiban kendaraan Over Dimension dan Over Loading (ODOL) di Jembatan Timbang Tol Jakarta-Tangerang, Rabu (29/07/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari dukungan terhadap program nasional Zero Over Dimension dan Over Load 2027. Operasi berlangsung selama 28-30 Juli 2026 di ruas Tol Jakarta-Tangerang.
Dalam pelaksanaannya, petugas memeriksa sebanyak 57 kendaraan angkutan barang. Hasilnya, 31 kendaraan terbukti melanggar ketentuan sehingga dilakukan penindakan. Rinciannya, 27 kendaraan melanggar batas muatan atau over loading, sedangkan empat kendaraan terindikasi over dimension.
Kainduk PJR Bitung Korlantas Polri Kompol Wiranto mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Penertiban Kendaraan Over Dimension dan Over Loading yang dilaksanakan di ruas Tol Jakarta-Tangerang.
“Dari 57 kendaraan yang diperiksa, sebanyak 31 kendaraan dilakukan penindakan karena terbukti melanggar ketentuan. Ada 27 kendaraan mengalami pelanggaran over loading dan 4 kendaraan over dimension,” ujar Kompol Wiranto.
Operasi gabungan ini melibatkan PJR Bitung Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), serta Jasamarga Tollroad Operator (JMTO). Sinergi antarlembaga dilakukan untuk memperkuat pengawasan terhadap kendaraan angkutan barang yang melintas di jalan tol.
Selain melakukan penindakan, petugas juga memberikan edukasi kepada pengemudi dan perusahaan angkutan barang. Sosialisasi difokuskan pada pentingnya mematuhi ketentuan dimensi dan muatan kendaraan guna mencegah kecelakaan serta menjaga kondisi infrastruktur jalan.
Kompol Wiranto mengimbau seluruh pelaku usaha angkutan barang untuk memastikan kendaraan yang dioperasikan telah memenuhi aturan yang berlaku.
“Kami mengimbau seluruh pengemudi maupun perusahaan angkutan barang untuk memastikan kendaraan yang dioperasikan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Upaya ini untuk mewujudkan keselamatan berlalu lintas dan mendukung program Zero Over Dimension dan Over Load,” tutup Kompol Wiranto.
