Pemprov Banten Optimalkan Popda XII 2026 Sebagai Ajang Cetak Atlet Potensial Hadapi PON 2032

Bantentoday – Pekan Olahraga Pelajar Daerah (Popda) XII Tahun 2026 akan dioptimalkan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten untuk mencetak atlet-atlet muda potensial guna menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XXXII Tahun 2032 mendatang. Rasa optimisme tersebut berkaca pada pencapaian gemilang kontingen Banten yang berhasil menempati peringkat kelima nasional pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) sebelumnya.
Ajang Popda XII dan Peparpeda IX Provinsi Banten ini berlangsung pada 11-17 Juni 2026. Ajang ini diikuti oleh 3.000 peserta yang mencakup 2.429 atlet, 410 pelatih, dan 161 ofisial dari seluruh kabupaten/kota se-Provinsi Banten. Pelaksanaan pertandingan juga didukung oleh 718 petugas teknis dan wasit.
Terdapat 1.096 medali yang diperebutkan, terdiri atas 320 medali emas, 320 medali perak, dan 456 medali perunggu. Sebanyak 26 cabang olahraga dipertandingkan dalam Popda XII mulai dari atletik, pencak silat, renang, hingga sepak bola yang tersebar di 20 lokasi pertandingan di seluruh Kota Cilegon.
“Popda bukan sekadar ajang meraih medali. Ini adalah proses pembinaan karakter, pembentukan disiplin, mental juang, sekaligus wadah untuk menemukan dan mengembangkan talenta-talenta muda terbaik Banten,” katanya Gubernur Banten, Andra Soni di Serang, Jumat (12/6/2026).
Kata Andra, bahwa bakat alami saja tidak cukup untuk mencetak juara. Kesuksesan atlet membutuhkan komitmen, disiplin, kerja keras, kepatuhan kepada pelatih, serta latihan yang konsisten.
“Para atlet yang berlaga di Popda dan Peparpeda tahun ini merupakan bagian dari proyeksi jangka panjang Pemprov Banten menuju Popnas 2027, PON 2028, hingga puncaknya pada PON 2032 di mana Banten dan Lampung akan bertindak sebagai tuan rumah bersama,” ujarnya.
“Persiapan atlet-atlet juara untuk PON 2032 harus dimulai dari sekarang. Prestasi olahraga tidak lahir secara instan, tetapi dibangun melalui proses pembinaan yang panjang dan konsisten,” ujarnya.
Ia juga berpesan kepada para ofisial dan pendamping untuk senantiasa menjadi teladan dalam menjaga sportivitas, seraya menekankan bahwa prestasi olahraga adalah hasil kolaborasi ekosistem yang sehat antara atlet, pelatih, pemerintah daerah, swasta, dan masyarakat.
Sementara itu, Wali Kota Cilegon, Robinsar, menyampaikan apresiasi nya atas kepercayaan yang diberikan Pemprov Banten kepada Kota Cilegon sebagai tuan rumah.
“Para atlet tidak hanya bertanding untuk meraih medali, tetapi juga membangun karakter, menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati dan menghargai sesama peserta. Kami berkomitmen memberikan pelayanan terbaik agar seluruh kontingen dapat mengikuti pertandingan dengan aman, nyaman, dan lancar,” kata Robinsar.
