BMKG Imbau Kewaspadaan Cuaca Ekstrem di Banten 23- 27 Januari 2026

BMKG Imbau Kewaspadaan Cuaca Ekstrem di Banten 23-  27 Januari 2026

Bantentoday – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan kewaspadaan potensi cuaca ekstrem di wilayah Provinsi Banten pada periode 23 hingga 27 Januari 2026. Imbauan ini dikeluarkan menyusul peningkatan curah hujan yang signifikan dalam sepekan terakhir, yang telah memicu berbagai bencana hidrometeorologi di sejumlah daerah.

BMKG mencatat, dampak cuaca ekstrem tersebut antara lain berupa banjir, angin kencang, dan tanah longsor yang terjadi di beberapa wilayah, seperti Kabupaten Pandeglang, Kota Serang, Kabupaten Serang, Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Kota Tangerang Selatan. Kondisi ini dipicu oleh kombinasi beberapa faktor atmosfer, mulai dari keberadaan sirkulasi siklonik, penguatan monsun dingin Asia, hingga seruakan udara dingin atau cold surge.

Untuk sepekan ke depan, BMKG memprakirakan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat masih berpeluang terjadi. Peningkatan intensitas hujan tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer yang masih aktif, baik pada skala global, regional, maupun lokal. Fenomena El Niño–Southern Oscillation (ENSO) terpantau menguat pada fase negatif atau La Niña lemah, yang mendukung peningkatan suplai uap air di wilayah Indonesia, termasuk Banten.

Selain itu, terpantau pula pembentukan Bibit Siklon Tropis 91S di Samudra Hindia selatan Nusa Tenggara Barat. Sistem ini berpotensi membentuk daerah konvergensi di Perairan Selatan Jawa hingga Pulau Timor, sehingga dapat meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah Banten.

Kondisi atmosfer juga dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia yang membawa massa udara lembap dari Laut Cina Selatan melalui Selat Karimata hingga Pulau Jawa. Aliran udara tersebut disertai penguatan angin baratan di wilayah selatan Indonesia dan berkontribusi signifikan terhadap peningkatan pembentukan awan hujan.

Tak hanya itu, aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) dan Gelombang Kelvin yang diprakirakan melintasi wilayah Banten, ditambah dengan labilitas atmosfer lokal yang kuat, turut mendukung proses konvektif dan meningkatkan potensi hujan dengan intensitas tinggi.

TAGS