Bantentoday – Berdasarkan Laporan Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), realisasi investasi di Kabupaten Pandeglang, Banten pada semester I 2026 mencapai Rp409 miliar atau 57,3 persen dari target yang ditentukan pemerintah sebesar Rp714 miliar. “Realisasi investasi di daerah tersebut relatif baik sehingga dapat menyerap 634 tenaga kerja baru dari masyarakat,” kata Analis kebijakan Penanaman Modal Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Pandeglang Tedy Fauzi di Pandeglang, Jumat (14/8/2026).
Tedy menjelaskan bahwa pemerintah daerah (Pemda) telah mengoptimalkan promosi untuk menarik investor baik investasi Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) dan Penanaman Modal Asing (PMA). Kemungkinan besar investor yang menanam modalnya di Pandeglang itu terfokus di lima kecamatan yakni, Kecamatan Bojong, Pagelaran, Sukaresmi, Cikeusik, dan Cibitung, mengingat wilayah di lima kecamatan tersebut ditopang adanya infrastruktur Jalan Tol Serang Panimbang.
”Kami berharap investor melirik Pandeglang, karena ditopang Jalan Tol Serang Panimbang,” kata Tedy.
Selain itu, kata Tedy, pemerintah daerah juga memberikan kemudahan proses perizinan berusaha dan bisa diakses melalui Online Single Submission Risk-Based Approach (OSS-RBA). Selama ini, kepercayaan investor yang menanamkan modalnya di Pandeglang cukup tinggi, sehingga dipastikan dapat mendongkrak pertumbuhan ekonomi daerah dan penyerapan tenaga kerja.
Berdasarkan data DPMPTSP Kabupaten Pandeglang, kata dia, realisasi pencapaian investasi Rp409 miliar itu terdiri atas PMDN RpRp261 miliar dan PMA Rp147 miliar. Sementara itu investasi terbesar di 5 sektor yakni pertama, sektor tanaman pangan, perkebunan dan peternakan Rp125 miliar. Kedua, sektor jasa Rp93,01 miliar.
Sedangkan ketiga yakni sektor industri makanan Rp69 miliar, dan keempat ada sektor perumahan dan kawasan industri Rp38 miliar. Kelima, yakni sektor perdagangan dan reparasi Rp27 miliar. “Kita optimistis target investasi tahun 2026 sebesar Rp714 miliar terealisasi ,karena realisasi semester I tercapai Rp409 miliar atau 57,3 persen,” tungkas Tedy.

