Tangerang Hawks Tersingkir dari Playoff IBL 2026, Siapkan Evaluasi

Tangerang Hawks Tersingkir dari Playoff IBL 2026, Siapkan Evaluasi

Bantentoday – Perjalanan Tangerang Hawks Basketball di IBL GoPay 2026 resmi berakhir setelah kalah dua gim beruntun dari Dewa United Banten pada putaran pertama playoff. Kekalahan tersebut membuat Hawks harus angkat koper lebih awal dengan agregat 0-2 sekaligus menjadi bahan evaluasi penting bagi tim untuk menyongsong musim berikutnya.

Meski gagal melangkah lebih jauh, Hawks berhasil mengulang pencapaian musim lalu dengan kembali menembus babak playoff. Namun, perjalanan mereka sepanjang musim tidak berjalan mulus. Klub sempat mengalami ketidakpastian terkait rencana penggunaan pelatih asing yang akhirnya tidak terealisasi dengan baik. Kondisi tersebut membuat kursi pelatih kepala kembali diisi Antonius Joko Endratmo pada awal musim.

Perubahan kembali terjadi ketika Hawks baru menjalani tiga pertandingan dengan catatan satu kemenangan dan dua kekalahan. Coach Joko memutuskan mundur dari jabatannya dan kemudian bergabung dengan RANS Simba Bogor. Posisi pelatih kepala lalu diambil alih oleh Tondi Raja Syailendra yang sukses membawa Hawks bangkit dan mengamankan tiket playoff. Di bawah arahannya, Hawks membukukan rekor 9 kemenangan dan 8 kekalahan, meski menutup musim reguler dengan empat kekalahan beruntun.

Menurunnya performa tim pada fase akhir musim tidak lepas dari badai cedera yang menimpa sejumlah pemain kunci. Salah satu yang paling berpengaruh adalah cedera yang dialami Yesaya Alessandro Saudale. Pemain andalan Hawks tersebut mengalami gangguan fisik menjelang playoff dan kembali bermasalah saat menghadapi Dewa United.

“Pada Game 1, cedera punggung yang dialami Yesaya kambuh. Sehingga dia harus istirahat satu kuarter dan kurang berkontribusi maksimal. Sementara di Game 2, Yesaya absen karena alasan keluarga,” ujar pelatih Hawks, Tondi Raja Syailendra.

Selain faktor cedera dan pergantian pemain asing yang dinilai kurang sesuai dengan kebutuhan tim, Hawks juga harus menghadapi lawan berat di babak pertama playoff. Dewa United yang berstatus juara bertahan kembali menunjukkan dominasinya atas Hawks. Tondi mengakui timnya masih kesulitan menemukan cara untuk mengimbangi kekuatan Dewa United yang selama ini kerap memberikan kekalahan dengan selisih poin cukup besar.

“Saya rasa Dewa adalah tim yang sulit kami kalahkan di liga ini. Karena kami selalu kalah dari mereka, bahkan sampai margin 20 angka. Itulah yang akan menjadi catatan kami,” kata Tondi.

TAGS