SMK Budi Luhur Gelar Seminar Sex Education, dr.Boyke : Kita ‘Jaga’ Pelajar Indonesia Melalui Edukasi Seks Sejak Dini

"Seminar ini digelar sebagai bentuk tanggung jawab sekolah dalam membimbing para siswa yang sedang berada pada fase krisis tumbuh dewasa. Di tengah derasnya arus informasi, kami ingin memastikan siswa-siswi mendapatkan edukasi seksual yang benar langsung dari ahlinya, dr. Boyke, bukan dari sumber luar yang berisiko," kata Kepala Sekolah SMK Budi Luhur.

Tony Prasetyo
3 Min Read
Seminar pendidikan (education) seks bertajuk 'Bahaya Seks Bebas dan Pergaulan Bebas' bersama dr. Boyke Dian Nugraha di SMK Budi Luhur pada, Selasa (20/10/2026).

Bantentoday – Event tahunan besutan SMK Budi Luhur, Bluvocation Creative Festival (BCF) 2026 menghadirkan seminar pendidikan (education) seks bertajuk “Bahaya Seks Bebas dan Pergaulan Bebas” bersama ginekolog dan konsultan seks ternama, dr. Boyke Dian Nugraha di halaman indoor sekolah SMK Budi Luhur pada, Selasa (20/10/2026). Seminar edukasi seks (sex education) ini diadakan agar para siswa tidak mencari informasi yang berisiko dari sumber yang salah.

Direktur Akademik Sekolah Budi Luhur, Anastasia Eliarti dalam sambutannya menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen akademis kami untuk menyajikan pembelajaran holistik yang memadukan teori di kelas dengan pemahaman praktis dari para ahli.

“Lewat seminar bersama dr. Boyke dalam ajang BCF 2026, kami ingin membekali para siswa dengan literasi kesehatan yang tepat sehingga mereka dapat mengambil keputusan secara bijak serta bertanggung jawab dalam kehidupan bermasyarakat,” katanya, Selasa (20/10/2026).

Kepala Sekolah SMK Budi Luhur menambahkan, seminar ini digelar sebagai bentuk tanggung jawab sekolah dalam membimbing para siswa yang sedang berada pada fase krisis tumbuh dewasa. Di tengah derasnya arus informasi, kami ingin memastikan siswa-siswi mendapatkan edukasi seksual yang benar langsung dari ahlinya, dr. Boyke, bukan dari sumber luar yang berisiko.

“Semoga kegiatan ini menjadi fondasi kuat bagi mereka untuk menjaga diri dan memilih pergaulan yang sehat demi masa depan,” ujar Joko.

Pada seminar ini, dr. Boyke membahas tuntas mengenai dampak, bahaya, serta realitas seputar pergaulan bebas dan seks bebas di kalangan remaja dengan penyampaian yang seru, interaktif, dan mudah dipahami oleh generasi muda.

dr. Boyke menjelaskan bahwa edukasi seks harus di mulai sejak dini, khususnya dikalangan pelajar. Karena menurutnya, para pelajar tengah memasuki perubahan fase dalam konteks usia.

“Usia anak-anak sekolah yang memasuki fase perubahan dari anak-anak menjadi remaja bahkan dewasa sangat rentan terhadap seks bebas. Karena mereka mulai memasuki tahap akil balig, yang rasa ingin tahunya sangatlah besar,” ucap dr.Boyke.

Dengan adanya seminar ini, dr.Boyke berharap  dapat menambah pengetahuan dan wawasan terkait dampak dari seks bebas dikalangan remaja, khususnya pelajar di Indonesia. “Saya mengapresiasi SMK Budi Luhur yang telah menggelar acara seminar ini, sehingga dapat menjaga siswa/i nya dalam pergaulan dengan lawan jenisnya,” ujarnya lagi.

Sementara itu, Pengawas Pembina / Pengawas Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Provinsi Banten, Dwi Hendri Prajitno menjelaskan acara seminar yang digelar SMK Budi Luhur sangat bagus dan bermanfaat bagi pengetahuan siswa/i tentang seks dan pergaulan bebas kedepannya.

“Selama ini siswa/i hanya diberikan edukasi seks melalui pembelajaran saja di sekolah. Dengan menghadirkan langsung pakarnya (dr.Boyke – red) dalam seminar ini, maka para siswa/i dapat bertanya detail ke dr.Boyke langsung serta mengetahui secara penuh dan detail dampak dari seks dan pergaulan bebas,” tungkas Dwi.

 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *