Bantentoday – Tidur bukan sekadar waktu untuk beristirahat setelah menjalani aktivitas sepanjang hari. Saat terlelap, tubuh tetap menjalankan berbagai proses fisiologis penting, mulai dari regenerasi sel, pemulihan fungsi organ hingga menjaga keseimbangan metabolisme.
Medical Doctor & Author dr. Gia Pratama mengatakan, berbagai proses pemulihan tersebut berlangsung tanpa disadari sehingga kualitas tidur kerap hanya dinilai dari kondisi tubuh ketika bangun pada pagi hari.
“Secara fisiologis, saat kita tidur tubuh tetap menjalankan berbagai proses penting yang mendukung pemulihan dan keseimbangan fungsi tubuh. Karena itu, kualitas tidur menjadi bagian penting dari gaya hidup sehat,” ujar dr. Gia Pratama.
Untuk membantu pengguna memahami kondisi tubuh secara lebih objektif, Samsung menghadirkan fitur pemantauan biometrik melalui Galaxy Watch Ultra2. Data fisiologis yang direkam Samsung BioActive Sensor kemudian diolah Samsung Health menjadi informasi visual yang dapat membantu pengguna mengenali pola kesehatan dari waktu ke waktu.
Salah satu fitur yang ditawarkan adalah Vitals yang memantau lima indikator biometrik utama saat pengguna tidur, yakni detak jantung, Heart Rate Variability (HRV), laju pernapasan, suhu kulit, dan kadar oksigen darah atau SpO₂.
Detak jantung menunjukkan jumlah denyut per menit selama periode pemulihan malam. Sementara HRV memantau perubahan interval detak jantung. Fitur tersebut juga mencatat laju pernapasan, fluktuasi suhu permukaan kulit, serta persentase oksigen dalam darah.
Untuk membentuk baseline kesehatan personal, Vitals membutuhkan data tidur setidaknya selama tujuh malam berturut-turut. Dengan pengumpulan data secara berulang, pengguna dapat melihat perubahan indikator tubuh berdasarkan pola istirahat masing-masing.
Data biometrik tersebut kemudian dirangkum melalui Samsung Health dan antarmuka One UI 9 Watch dalam sejumlah indikator, antara lain Heart Health Score, Sleep Score, dan Energy Score.
Heart Health Score memberikan gambaran mengenai kondisi kesehatan jantung berdasarkan sejumlah faktor gaya hidup, termasuk durasi tidur, indeks massa tubuh, aktivitas fisik, dan beban vaskular. Sementara Sleep Score merangkum kualitas tidur berdasarkan durasi, efisiensi serta tahapan tidur seperti light, deep, dan REM.
Adapun Energy Score memberikan gambaran mengenai kesiapan pengguna untuk menjalani aktivitas berdasarkan aktivitas fisik sebelumnya dan pemulihan pada malam hari.
“Selama ini, kita lebih sering melihat kesehatan dari apa yang terlihat di siang hari, seperti jumlah langkah atau aktivitas olahraga. Padahal, kondisi tubuh saat tidur juga memberikan konteks penting mengenai pemulihan,” jelas Tipe Sultan, MX Product Marketing Manager Samsung Electronics Indonesia.
Pengalaman menggunakan fitur tersebut juga dibagikan aktor sekaligus #TeamGalaxy, Maxime Bouttier. Ia mencatat Heart Health Score 79, Sleep Score 67 dengan durasi deep sleep sekitar satu jam, serta Energy Score 74.
“Saya memakai Galaxy Watch Ultra2 hampir sepanjang waktu, termasuk saat tidur. Dari Vitals dan skor harian di Samsung Health, saya bisa melihat pola tidur saya sendiri, bukan sekadar menebak dari perasaan saat bangun pagi,” tutur Maxime.
Meski menawarkan berbagai informasi mengenai pola kesehatan, skor yang ditampilkan perangkat bukan merupakan diagnosis medis. Menurut dr. Gia, data tersebut lebih tepat digunakan sebagai penanda kecenderungan kondisi tubuh dari waktu ke waktu.
“Angka apa pun yang kita lihat sehari-hari bukanlah diagnosis. Fungsinya adalah membantu kita mengenali kecenderungan tubuh dari waktu ke waktu. Jika pengguna melihat perubahan yang berlangsung secara konsisten atau memiliki kekhawatiran mengenai kondisi tubuhnya, langkah yang tepat adalah berkonsultasi dengan tenaga medis profesional,” katanya.
Selain pemantauan biometrik, dr. Gia juga menyarankan penerapan higiene tidur secara konsisten melalui metode 4-3-2-1 sebelum tidur. Menurutnya, membangun satu kebiasaan secara konsisten dapat lebih mudah diterapkan dibandingkan membuat terlalu banyak rutinitas sekaligus.
Dari sisi perangkat, Galaxy Watch Ultra2 memiliki ketebalan 10,7 mm dan menggunakan strap dengan struktur air pocket yang diklaim 26 persen lebih ringan. Perangkat ini juga dibekali baterai berkapasitas 800 mAh atau 35 persen lebih besar dibandingkan generasi sebelumnya.
“Buat saya, hal yang paling utama adalah kenyamanan. Galaxy Watch Ultra2 ini ringan sekali dan disertai daya tahan baterainya yang membuat saya bisa memakainya untuk berolahraga,” kata Maxime.
Galaxy Watch Ultra2 juga dilengkapi asisten pintar Google Gemini yang dapat diakses melalui fitur Raise to Talk untuk membantu pengguna melakukan navigasi suara secara hands-free.
Galaxy Watch Ultra2 ukuran 47mm tersedia dalam pilihan warna Titanium Silver dan Titanium Gray dengan harga Rp10.499.000. Perangkat tersebut telah tersedia di Indonesia sejak 14 Agustus 2026 melalui kanal resmi Samsung.
Hingga 30 September 2026, pembelian Galaxy Watch Ultra2 menawarkan cicilan mulai Rp800 ribuan per bulan, cashback hingga Rp1 jutaan untuk pembelian bersama Galaxy smartphone atau Galaxy Tab Series, serta gratis berlangganan Strava selama 60 hari.
Selain itu, Samsung juga menghadirkan Galaxy Watch9 dengan fitur Vitals, Heart Health Score, dan Energy Score. Galaxy Watch9 tersedia dalam ukuran 40mm seharga Rp5.999.000 serta ukuran 44mm seharga Rp6.499.000.
Hingga 30 September 2026, Galaxy Watch9 ditawarkan dengan cicilan mulai Rp499 ribuan per bulan, cashback hingga Rp600 ribuan untuk pembelian bersama Galaxy smartphone atau Galaxy Tab Series, serta gratis berlangganan Strava selama 60 hari.

