Persita Siapkan Diri Hadapi Persija

By
2 Min Read

Bantentoday – Pelatih Persita Tangerang, Carlos Pena, menegaskan akan terus mengevaluasi performa timnya setelah menjalani empat pertandingan awal BRI Super League 2026/2027. Menurutnya, setiap pertandingan memiliki situasi berbeda sehingga membutuhkan analisis dan perbaikan agar Pendekar Cisadane bisa tampil lebih konsisten.

Dalam empat laga terakhir, Persita menghadapi sejumlah situasi yang menguji kemampuan tim dalam mengamankan kemenangan. Pada dua pertandingan kandang melawan Java United FC dan Garudayaksa FC, Persita harus berjuang hingga menit-menit akhir untuk memastikan kemenangan. Sementara itu, dalam dua laga tandang menghadapi PSIM Yogyakarta dan PSM Makassar, Persita gagal mempertahankan keunggulan dan harus puas bermain imbang masing-masing dengan skor 1-1 dan 2-2.

Carlos Pena menilai hasil imbang melawan PSIM sebenarnya bisa dihindari. Saat itu, Persita memiliki peluang emas untuk menggandakan keunggulan setelah lebih dulu mencetak gol.

“Menurut saya jika kita menganalisa pertandingan-pertandingan tersebut situasinya berbeda-beda. Saat di Jogja, ketika kami bermain imbang setelah sempat unggul atau lebih tepatnya saat itu skornya 1-0 kami memiliki peluang emas untuk mencetak gol kedua. Kami benar-benar punya peluang bagus,” ujar Pena.

Ia mengakui kegagalan memanfaatkan peluang tersebut membuat Persita kehilangan kesempatan untuk mengamankan tiga poin.

Berbeda dengan pertandingan melawan PSIM, Pena menilai Persita sebenarnya layak meraih kemenangan ketika bertandang ke markas PSM Makassar. Menurutnya, lawan tidak memiliki peluang emas yang berarti, sehingga hasil imbang terasa kurang menggambarkan jalannya pertandingan.

“Saat melawan PSM, situasinya sangat berbeda karena mereka tidak memiliki peluang emas. Menurut saya, hasil imbang itu tidak adil karena kami layak memenangkan pertandingan tersebut,” katanya.

Pena juga menyoroti pentingnya mencetak gol tambahan ketika tim sudah unggul. Menurutnya, kegagalan memperlebar keunggulan bisa memberikan kesempatan bagi lawan untuk menyamakan kedudukan.

“Dan hari ini, ketika kita tidak mencetak gol kedua, risikonya adalah kita bisa kebobolan kapan saja. Kami sempat memiliki waktu dua puluh menit di mana kami bisa saja mengunci kemenangan,” ujarnya

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *