Pemprov Banten Matangkan Strategi Magang untuk Siswa SMK

By
3 Min Read

Bantentoday – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten terus mematangkan strategi untuk meningkatkan serapan tenaga kerja, khususnya dari kalangan lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). Salah satu langkah yang disiapkan adalah pemantapan kompetensi serta penyaluran magang industri melalui kolaborasi dengan Gyokai Indonesia Kompeten.

Gubernur Banten Andra Soni mengatakan, Pemprov Banten terus mencari formula yang tepat agar potensi lulusan SMK dapat berkembang secara optimal sekaligus memiliki kesiapan menghadapi kebutuhan dunia industri. Menurutnya, peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal menjadi bagian penting untuk menjawab tuntutan industri saat ini.

Upaya tersebut juga diintegrasikan dengan Program Sekolah Gratis yang mayoritas penerima manfaatnya merupakan siswa SMK. Program ini dinilai dapat membantu peserta didik memenuhi sejumlah persyaratan yang dibutuhkan industri, termasuk sertifikasi kompetensi dan kemampuan bahasa asing.

“Program Sekolah Gratis ini sangat membantu dalam pemenuhan standar sertifikasi serta pelatihan bahasa asing yang kerap menjadi syarat utama dari pihak industri. Kami terus mendorong agar kapasitas anak didik SMK kita meningkat,” ujar Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Rabu (7/10/2026).

Andra menyambut positif rencana sinergi dengan Gyokai Indonesia Kompeten dalam menyiapkan tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri. Ia berharap kerja sama tersebut dapat direalisasikan sehingga memberikan manfaat bagi para lulusan SMK di Banten.

Sementara itu, CEO Gyokai Indonesia Kompeten Teguh Imam Pambudi mengatakan, kolaborasi tersebut diarahkan pada penempatan kerja melalui program pemagangan. Menurutnya, lulusan SMK membutuhkan pengalaman praktik agar lebih siap memasuki dunia profesional.

Teguh menjelaskan, pengalaman kerja kerap menjadi salah satu persyaratan bagi pencari kerja sebelum mendapatkan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) dari perusahaan. Karena itu, program magang diharapkan dapat menjadi jembatan bagi lulusan SMK untuk memperoleh pengalaman kerja secara langsung.

“Melalui program magang inilah, para lulusan SMK akan mendapatkan pengalaman riil yang sangat dibutuhkan oleh industri. Mereka tidak hanya belajar teori, tetapi langsung mempraktikkannya di lapangan,” kata Teguh.

Sebagai bagian dari langkah tersebut, Gyokai Indonesia Kompeten telah menjalin Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Program Polisi Peduli Pengangguran (Poliran) Polda Banten dan sejumlah Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di Banten.

Ke depan, program tersebut akan dikoordinasikan lebih lanjut bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) serta Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Banten. Sinergi tersebut diharapkan dapat membangun ekosistem pendidikan, pelatihan, dan penempatan kerja yang lebih selaras dengan kebutuhan industri.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *