Menekraf–WIPO Bahas Penguatan Produk Ekraf Nasional Go Global

Tony Prasetyo
4 Min Read

Bantentoday – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Menekraf), Teuku Riefky Harsya, menerima kunjungan Deputi Direktur Jenderal World Intellectual Property Organization (WIPO), Hasan Kleib, untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong produk ekonomi kreatif Indonesia menembus pasar global melalui optimalisasi kekayaan intelektual (Intellectual Property/IP). Pertemuan tersebut juga menjadi momentum memantapkan persiapan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta.

Menekraf memaparkan sejumlah langkah akselerasi ekosistem ekraf, seperti pembiayaan berbasis KI, penguatan profesi Penilai KI, hingga berbagai program kolaboratif bersama WIPO. Langkah tersebut diarahkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif yang mampu meningkatkan daya saing produk kreatif Indonesia di pasar internasional.

“Kami ingin memperkuat sinergi bersama WIPO agar kekayaan intelektual tidak hanya terlindungi, tetapi juga mampu dikomersialisasikan sehingga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi kreatif. Melalui penguatan IP lokal, kami ingin melahirkan local heroes go national dan national champions go global,” ujar Menekraf dalam pertemuan di Kantor Kementerian Ekraf, Jakarta, pada Kamis (6/8).

Menekraf menjelaskan, Kementerian Ekraf terus mengakselerasi sejumlah program unggulan, di antaranya Aktivasi Creative Hub, Aktivasi Desa Kreatif, Creative by Indonesia, pengembangan talenta dan kewirausahaan kreatif, serta percepatan pengembangan IP lokal. Seluruh program tersebut dirancang untuk memperkuat rantai nilai ekonomi kreatif dari daerah hingga mampu bersaing di tingkat global.

“Ekonomi Kreatif adalah The New Engine of Growth atau Mesin Baru Pertumbuhan Ekonomi Nasional yang harus kita mulai dari penguatan di daerah sebagaimana tercermin dari perjalanan kerja sama Ekraf dan WIPO: dari Pilot Project Merek Kolektif di Bali hingga persiapan WCCE 2026 di Jakarta,” ujarnya.

Kerja sama Kementerian Ekraf dan WIPO yang terjalin sejak 2023 menunjukkan komitmen bersama dalam membangun ekosistem kekayaan intelektual yang lebih kuat.

Kolaborasi tersebut diawali melalui Pilot Project Merek Kolektif yang melahirkan program IP Branding UnBalivable, Kementerian Ekraf akan mereplikasi proyek tersebut di Aceh sebagai pilot project penerapan model pendampingan merek kolektif yang komprehensif.

Model yang dikembangkan di Aceh selanjutnya diharapkan menjadi blueprint yang dapat direplikasi secara bertahap di 15 provinsi prioritas pengembangan ekonomi kreatif, sehingga manfaat ekonomi berbasis kekayaan intelektual dapat dirasakan secara lebih luas di seluruh Indonesia.

Sebagai implementasi pembiayaan berbasis kekayaan intelektual, Kementerian Ekraf juga menjalankan Pilot Project Kredit Usaha Rakyat (KUR) Berbasis KI untuk menguji kelayakan kekayaan intelektual sebagai aset pembiayaan.

Tahap kedua program tersebut dijadwalkan mulai berlangsung pada Agustus 2026 sebagai upaya memperluas akses permodalan bagi pelaku ekonomi kreatif yang memiliki aset kekayaan intelektual.

Deputi Direktur Jenderal WIPO, Hasan Kleib, mengatakan saat ini WIPO memiliki beberapa project yang dapat dikolaborasikan dengan pegiat ekraf di Indonesia, seperti WIPO Fantastic Agents of the Creative Economy (FACE) yang dapat memperkuat jejaring lintas negara serta menghadirkan WIPO Creators Learn Intellectual Property (CLIP) sebagai platform pembelajaran bagi musisi. Hasan juga siap mendukung program pilot project merek kolektif Aceh agar dapat menjadi blueprint terhadap 15 provinsi prioritas lainnya.

“Terima kasih banyak atas undangannya, kami selama di WIPO akan terus rest assured setiap kolaborasi. Terima kasih juga terhadap kolaborasi Animate and Innovate with IP: Empowering Indonesia’s Next Generation of Creators, kami meminta masukan untuk national consultant untuk project animation ini. Mengenai IP valuasi dapat menjadi agunan tambahan sudah good step dan untuk memperkuat WIPO siap memberikan pelatihan,” ujar Hasan.

Mengakhiri pertemuan, Menekraf menyerahkan surat apresiasi kepada Deputi Direktur Jenderal WIPO, Hasan Kleib, atas dedikasi dan kontribusinya dalam memperkuat kerja sama antara WIPO dan Kementerian Ekonomi Kreatif. Pada kesempatan yang sama, Menekraf juga menyampaikan surat undangan kepada WIPO untuk menghadiri penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 yang akan menjadi panggung strategis diplomasi kreatif Indonesia di tingkat internasional.

 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *