Kanwil HAM Banten Puji Kerukunan di Kabupaten Tangerang

By
3 Min Read

Bantentoday – Kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang mendapat perhatian positif dari Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) Banten, Dr. Menase Kadepa. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu hal yang patut diapresiasi dalam kehidupan masyarakat di wilayah Kabupaten Tangerang.

Apresiasi itu disampaikan Menase Kadepa saat melakukan kunjungan kerja bersama jajarannya ke Pemerintah Kabupaten Tangerang. Dalam kunjungan tersebut, rombongan Kanwil Kementerian HAM Banten diterima langsung oleh Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid di Ruang Rapat Wareng, Kantor Bupati Tangerang, Selasa (6/10/2026).

“Kerukunan di Tangerang itu luar biasa. Indonesia harus mengambil contoh dari Tangerang,” ujar Menase.

Menurutnya, keberagaman agama dan masyarakat di Kabupaten Tangerang selama ini dapat berjalan berdampingan dengan aman, damai dan tertib. Ia juga memastikan persoalan yang sebelumnya muncul telah ditangani pemerintah daerah dengan sangat baik dan bijak

“Saya hadir langsung di Tangerang bersama Bapak Bupati. Pak Bupati sudah mengambil langkah tegas dan menyelesaikan persoalan dengan tuntas. Hari ini saya menerima laporan yang jelas, masalahnya sudah selesai,” ungkapnya.

Pihaknya pun mengajak seluruh masyarakat Tangerang agar terus mempertahankan kondusifitas dan keamanan wilayah. Menurutnya, keberagaman yang terjaga dengan baik merupakan kekuatan sekaligus sebuah cerminan Indonesia dalam skala kecil.

“Tangerang itu damai, aman dan tenteram. Daerah lain harus belajar dari Tangerang,” pungkasnya.

Pada kesempatan yang sama, Bupati Maesyal Rasyid mengatakan kerukunan antarumat beragama di Kabupaten Tangerang memang telah terjaga dengan baik. Bahkan, keberadaan tempat ibadah yang berdampingan di sejumlah wilayah Kabupaten Tangerang telah menjadi hal yang biasa

“Masjid bersebelahan dengan gereja itu bukan hal yang aneh di beberapa wilayah Kabupaten Tangerang. Semua unsur umat beragama bisa hidup rukun dan saling bertoleransi,” ujar Bupati Maesyal.

Ia menyebut Kabupaten Tangerang merupakan miniatur Indonesia karena dihuni masyarakat dari berbagai suku dan agama sejak lama. Mereka hidup rukun berdampingan satu dengan yang lainnya

“Segala suku dan agama ada di Kabupaten Tangerang. Kita hidup rukun dan saling bertoleransi,” jelasnya.

Bupati Maesyal juga menegaskan Pemkab Tangerang tidak akan membiarkan setiap persoalan yang berpotensi mengganggu kerukunan secara berlarut-larut. Setiap persoalan yang terjadi senantiasa direspon cepat melalui komunikasi dan penyelesaian bersama Forkopimda serta unsur terkait lainnya

“Ketika ada permasalahan, kita langsung diskusi dan duduk bersama. Kita respons cepat agar persoalan tidak melebar dan tidak berkepanjangan,” tegasnya.

 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *