Hadapi El Nino, Bupati Pandeglang Ajak Petani Percepat Tanam
Bantentoday – Bupati Pandeglang Irna Narulita mengajak petani melakukan gerakan percepatan tanam guna memenuhi ketersediaan pangan menghadapi iklim El Nino atau kekeringan.
“Percepatan gerakan tanam salah satu solusi untuk memenuhi ketersediaan pangan menghadapi musim kemarau,” kata Bupati Pandeglang, Rabu (19/7).
“Kita mengapresiasi petani di Cimanuk dengan areal persawahan baku seluas 1.450 hektare sudah dilakukan gerakan percepatan tanam,” katanya.
Bahkan, katan Irna, Kelompok Tani Cigunung Desa Cimanuk Pandeglang yang melakukan percepatan tanam hingga dikunjungi Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Selasa (18/7).
“Kami minta petani di Pandeglang jika sudah panen maka kembali melakukan percepatan tanam,” kata bupati.
Menurut dia, lahan areal persawahan di Pandeglang seluas 54 ribu hektare dan ditargetkan petani bisa tanam setahun tiga kali musim dalam setahun.
Karena itu, pemerintah daerah (Pemda), provinsi dan pusat memberikan bantuan untuk pembangunan irigasi dan embung untuk memenuhi ketersediaan pasokan air.
Selain itu juga bantuan alat peralatan pertanian (alsintan) dan sarana produksi (saprodi) guna mendukung swasembada pangan.
Selama ini, kata Irna, Pandeglang mampu mempertahankan daerah lumbung pangan terbesar hingga menyumbangkan untuk Banten 34 persen dan nasional 1,5 persen.
Saat ini, kata dia, produktivitas pangan dari hasil panen rata – rata 6,2 ton gabah kering basah (GKB)/hektare. “Kami sebagai kepala daerah tentu memiliki tanggung jawab untuk memenuhi ketersediaan pangan masyarakat,” kata Bupati.
Bupati tidak lupa menyampaikan rasa terimakasih kepada Bapak Menteri Syahrul Yasin Limpo, untuk menyempatkan diri mengunjungi gerakan percepatan tanam di Desa Cimanuk Pandeglang Selasa (18/7).
Sementara itu, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian, Suwandi mengatakan gerakan percepatan tanam sangat penting mengingat Pandeglang, selama ini sebagai sentra padi terbesar di Banten dengan potensi panen pada Agustus ini jumlahnya lebih dari 77 ribu hektare.
Gerakan percepatan tanam seperti sekarang ini sangat tepat karena bisa menjadi antisipasi musim kekeringan. Jadi, kata dia, dalam kurun waktu Juli hingga September nanti bisa bertanam di lahan 8 sampai 13 ribu hektare tiap bulannya.