Demi 3 Juta Viewers, Geng Konten Kreator Indonesia Bertaruh Nyawa Nekat Live di Ruang 402 Rumah Sakit Paling Angker di Korea!

Bantentoday – Pernah kebayang nggak, apa jadinya kalau tim pemburu hantu asal Indonesia nekat bikin konten live streaming di tempat terbengkalai dan horor di Korea Selatan? Bukan cuma modal kamera biasa, mereka juga membawa ritual mistis lokal ke tanah asing!
Fenomena gila inilah yang mendasari film horor terbaru persembahan MD Pictures, 402 Rumah Sakit Angker Korea, yang merupakan remake dari film Korea yang berjudul Gonjiam: Haunted Asylum, yang disutradarai oleh Jung Bum-shik.
Menjelang penayangannya di bioskop, film ini siap membawa kamu menelusuri sudut-sudut paling gelap dari Rumah Sakit Yong Won yang terkenal misterius. Mereka rela membahayakan hidup demi mengejar 3 viewers dari live yang dilakukan di dalam rumah sakit tersebut .
Lantas, siapa saja orang-orang nekat yang tergabung dalam geng penelusuran ini? Yuk, kenalan dengan karakter mereka sebelum ikut merinding di bioskop!
- Para Pencari Hantu (PPH): Si Otak di Balik Penelusuran
Kelompok inilah yang menginisiasi seluruh ide gila untuk terbang ke Korea. Para Pencari Hantu adalah sebuah tim konten kreator horor asal Indonesia yang bertekad menembus angka 3 juta penonton saat live. Tim ini digawangi oleh tiga cowok dengan keahliannya masing-masing:
Juna (Arbani Yasiz): Sang pemimpin kelompok yang sangat ambisius. Sifat Juna yang keras kepala, gila viewers, dan tak kenal menyerah menjadi bahan bakar utama mengapa tim ini berani melangkah sejauh ini.
Bara (Elang El Gibran) & Adit (Saputra Kori): Duo kreatif sekaligus usil yang bertanggung jawab di balik layar. Tingkah mereka yang suka bercanda membuat suasana penelusuran terasa dinamis, namun keusilan mereka yang sering mengabaikan larangan di tempat sakral justru menjadi bom waktu yang memicu bahaya tak terduga.
- Soul Sisters: Duo Kakak Beradik Cantik nan Pemberani
Agar konten live streaming mereka semakin meledak, Para Pencari Hantu mengajak kolaborasi sepasang konten kreator perempuan yang dikenal sebagai Soul Sisters. Duo kakak beradik cantik ini sudah memiliki jam terbang tinggi dalam urusan penelusuran mistis di Indonesia. Namun, Rumah Sakit Yong Won akan menjadi ujian terbesar dalam hidup mereka:
Arum (Diandra Agatha): Sang kakak yang punya nyali luar biasa. Arum tidak pernah ragu untuk menantang bahaya demi mendapatkan visual terbaik untuk kamera.
Yuri (Lea Ciarachel): Sang adik yang memiliki kepribadian sebaliknya. Yuri jauh lebih berhati-hati, peka terhadap sekitar, dan selalu waspada dalam setiap gerak-gerik kelompok ini. Perbedaan sifat keduanya akan memberikan dinamika ketegangan tersendiri selama penelusuran.
- Debut Jang Hansol: Sang Pemandu Lokal ‘Medok’
Penelusuran di negara asing tentu mustahil tanpa adanya pemandu yang paham medan dan bahasa setempat. Di sinilah kelompok ini mengajak Dae Ho, yang diperankan oleh kreator konten populer asal Korea Selatan, Jang Hansol.
Karakter Dae Ho digambarkan sebagai seorang warga negara Korea asli, namun tumbuh besar di Indonesia. Dengan kemampuan bilingual dan pemahamannya yang mendalam tentang kultur setempat, Dae Ho menjadi kunci utama kelompok ini untuk membongkar sejarah kelam, rahasia di balik Rumah Sakit Yong Won, hingga misteri terbesar yang terkunci rapat di Ruang 402.
- Aylena Fusil sebagai Tyas: Si Paling Skeptis
Melengkapi geng nekat ini adalah Tyas (Aylena Fusil), seorang mahasiswi Indonesia yang juga merupakan penonton setia Para Pencari Hantu. Beruntung, Tyas mendapatkan kesempatan langka untuk mengikuti penelusuran ini.
Menariknya, Tyas memiliki trauma masa kecil akibat kejadian mistis yang pernah menimpanya. Pengalaman masa lalu itu justru membentuk Tyas menjadi pribadi yang sangat skeptis dan tidak mudah percaya dengan keberadaan makhluk halus. Baginya, perjalanan ke Rumah Sakit Yong Won ini adalah ajang pembuktian pribadi bahwa hantu itu tidak nyata, sebuah pemikiran yang mungkin akan segera ia sesali karena sikap skeptisnya justru menjadi magnet bahaya bagi kelompok ini.
Ritual Jelangkung dengan Mantra Berbahasa Korea
Yang membuat penelusuran geng Indonesia ini berbeda dari versi aslinya adalah cara mereka memanggil entitas gaib di sana. Alih-alih menggunakan metode Shamanisme setempat, mereka justru nekat membawa boneka Jelangkung asli Indonesia dan merapalkan mantra legendaris yang sudah diterjemahin ke bahasa Korea: ‘uri yeogi isseoyo, wajuseyo’.
Eksperimen lintas budaya yang ceroboh inilah yang menjadi tanda tanya, apakah ini sukses memicu kemarahan besar penghuni asli Ruang 402 dan mengunci nasib mereka di dalam bangunan terkutuk tersebut?
Sudah siap melihat bagaimana ambisi digital berubah menjadi petaka spiritual yang nyata? Tonton trailer resminya sekarang dan kunci tanggal tayangnya di bioskop kesayanganmu mulai 9 Juli 2026!
