Bekali Forum Pelajar Indonesia, Kemkomdigi Ajak Pelajar Ciptakan Ruang Digital yang Aman

Bantentoday
3 Min Read

Bantentoday – Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) memberikan masukan dan saran kepada Forum Pelajar Indonesia sebuah cara praktis untuk generasi muda menciptakan ruang digital Indonesia yang aman, sehat, dan produktif.

“Setiap aktivitas di ruang digital adalah pilihan. Pilih untuk memeriksa sebelum membagikan informasi. Pilih untuk membantu, bukan ikut melakukan perundungan,” kata Staf Ahli Menteri Bidang Komunikasi dan Media Massa Kemkomdigi Molly Prabawaty di Jakarta, Kamis (6/8/2026).

Molly mengingatkan para pelajar bahwa ruang digital yang aman dapat diciptakan dengan membangun kebiasaan sederhana yang positif bagi setiap pengguna layanan tak terkecuali generasi muda. “Contohnya terkait dengan masalah privasi yang akhir-akhir ini marak disorot oleh warganet. Generasi muda perlu memahami etika dan budaya digital agar dapat memahami pentingnya menjaga privasi di ruang digital,” paparnya.

“Hormati privasi, jangan menyebarkan sesuatu yang bukan hak kita. Dari pilihan-pilihan sederhana itulah ruang digital yang aman dan sehat dibentuk. Jadi jangan langsung membagikan, tetapi saring terlebih dahulu sebelum dibagikan,” kata Molly.

Molly menjelaskan saat ini tantangan terbesar generasi muda bukan lagi keterbatasan informasi, melainkan banjir informasi yang disertai hoaks, penipuan digital, dan manipulasi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI). Maka dari itu, para pelajar Indonesia harus membangun kemampuan berpikir kritis sebelum menerima maupun menyebarkan informasi di ruang digital.

Mengingat ruang digital kini juga menjadi ruang yang dekat generasi muda, Molly mengingatkan agar para pelajar dari Forum Pelajar Indonesia bisa membangun empati dan rasa kepedulian apabila mengetahui adanya teman yang mengalami perundungan, penipuan, atau ancaman di ruang digital.

Dengan demikian, semua orang di ruang digital khususnya generasi muda dapat menghadirkan ruang aman bagi banyak pihak karena tidak mengucilkan korban yang dirugikan oleh kejahatan siber.

“Jika kalian melihat teman mengalami perundungan, penipuan, pemerasan, atau merasa terancam di ruang digital, jangan membiarkannya menghadapi masalah sendirian. Ajak bicara dengan guru, orang tua, atau orang dewasa yang dapat dipercaya,” ujarnya.

Molly mengajak pelajar memegang tiga prinsip dalam memanfaatkan teknologi agar bisa bermanfaat bagi banyak pihak yaitu kritis, peduli, dan produktif. Menurutnya, keseimbangan antara ruang digital yang aman dan kehidupan nyata yang sehat akan membantu generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang cakap teknologi dan bertanggung jawab.

“Saya menitipkan tiga hal, ingat tiga kata: kritis, peduli, dan produktif. Gunakan teknologi bukan hanya untuk scrolling, tetapi untuk belajar, berkarya, berinovasi, dan menciptakan manfaat,” tutup Molly.

 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *