Pemkot Serang Uji Coba Bus Listrik, Targetkan Operasional Penuh pada 2027

By
2 Min Read

Bantentoday – Pemerintah Kota (Pemkot) Serang mulai menguji coba layanan transportasi umum berbasis bus listrik untuk meningkatkan kualitas mobilitas perkotaan yang modern dan ramah lingkungan. Uji coba yang dipimpin langsung Wali Kota Serang Budi Rustandi tersebut berlangsung selama lima hari dan dapat dimanfaatkan masyarakat secara gratis.

Peluncuran sekaligus peninjauan layanan dilakukan di Terminal Pakupatan, Kecamatan Serang, Senin (19/10/2026) sore. Dalam kegiatan itu, Budi didampingi Kepala Dinas Perhubungan Kota Serang Diat Hermawan, Kasatgas Percepatan Pembangunan dan Investasi Kota Serang Wahyu Nurjamil, serta Sekretaris Daerah Kota Serang Nanang Saefudin.

Budi bersama rombongan menjajal langsung perjalanan menggunakan armada bus dari Terminal Pakupatan hingga kawasan Royal Baroe. Ia menilai kendaraan tersebut memiliki kondisi yang bersih dan nyaman bagi penumpang.

“Alhamdulillah busnya bersih, nyaman, dan tadi ada beberapa penumpang dari warga yang juga merasa enak dan nyaman,” kata Budi setelah menjajal armada.

Selama masa uji coba, Pemkot Serang mengoperasikan dua layanan pada koridor berbeda. Koridor I melayani rute Terminal Pakupatan menuju Universitas Serang Raya (UNSERA) dengan satu unit bus berukuran besar. Sementara itu, Koridor III melayani rute Perumahan Visenda menuju UIN Banten menggunakan satu unit minibus jenis Hiace.

Layanan tersebut memiliki enam jadwal keberangkatan, mulai pukul 06.00 hingga 17.00 WIB. Masyarakat dapat mencoba kedua layanan tanpa dipungut biaya selama masa uji coba berlangsung.

Selain mengedepankan kendaraan berbasis listrik yang tidak menghasilkan emisi gas buang langsung saat digunakan, fasilitas transportasi ini juga dirancang inklusif dengan menyediakan ruang khusus yang memudahkan akses penumpang penyandang disabilitas.

Pemkot Serang menargetkan seluruh koridor transportasi umum dapat beroperasi penuh pada 2027. Untuk mempersiapkan pelaksanaan layanan secara resmi, pemerintah daerah bersama Dinas Perhubungan akan menyusun rancangan Peraturan Wali Kota (Perwal).

Regulasi tersebut nantinya mengatur titik naik dan turun penumpang agar layanan berjalan tertib, sekaligus menetapkan besaran tarif perjalanan. Budi menegaskan, tarif angkutan akan diupayakan tetap terjangkau bagi masyarakat, terutama pelajar.

“Nanti kita akan mengatur Perwal-nya, dan harga ongkosnya diusahakan jangan sampai terlalu mahal, khususnya untuk anak-anak sekolah,” tegasnya.

 

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *