Banten Masuk Lima Besar Investasi Nasional

By
4 Min Read

Bantentoday – Provinsi Banten terus memperkuat iklim investasi dengan mengedepankan kepastian hukum, kemudahan perizinan, pembangunan infrastruktur, dan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk mempertahankan posisi Banten sebagai salah satu daerah tujuan investasi utama di Indonesia.

Gubernur Banten Andra Soni menyampaikan komitmen tersebut saat membuka Karya Kreatif Banten (KKB) dan Banten Investment Forum (BIF) di Hotel DoubleTree, Bintaro Jaya, Kota Tangerang Selatan, Jumat (9/10/2026). Menurutnya, investasi perlu memberikan manfaat jangka panjang, tidak hanya bagi pelaku usaha, tetapi juga bagi masyarakat setempat.

“ Mari kita jadikan Provinsi Banten sebagai daerah yang tidak hanya menarik untuk berinvestasi, tetapi juga memberikan kepastian, kemudahan, peluang pertumbuhan, dan manfaat jangka panjang bagi para investor maupun masyarakat,” ujar Andra Soni.

Untuk mendukung hal tersebut, Pemerintah Provinsi Banten terus meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui penyederhanaan proses perizinan sesuai ketentuan, penguatan infrastruktur, serta koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Andra Soni juga mengajak investor, pelaku usaha, lembaga pembiayaan, dan mitra pembangunan untuk berkolaborasi mengembangkan ekosistem usaha yang produktif dan berkelanjutan.

Menurut Andra Soni, penyelenggaraan KKB dan BIF menjadi momentum untuk mempertemukan kreativitas, inovasi, dan investasi. Salah satu perhatian utamanya adalah memperkuat daya saing usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) agar mampu memperluas pasar dan menarik minat investor.

Ia menilai UMKM memiliki peran penting dalam menjaga ketahanan ekonomi, sebagaimana terlihat saat Indonesia menghadapi krisis ekonomi 1997–1998, krisis keuangan global 2008, hingga pandemi COVID-19. Karena itu, pengembangan UMKM perlu didukung melalui inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, akses pembiayaan, serta kemitraan dengan industri berskala besar.

Andra Soni menegaskan, keberhasilan investasi tidak cukup diukur dari nilai modal yang masuk atau jumlah proyek yang terealisasi. Investasi juga perlu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat struktur ekonomi daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dukungan terhadap pengembangan UMKM juga disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Solikin M. Juhro, melalui pesan video. Ia menyebut peningkatan kualitas produk, konektivitas dengan pasar dan pembiayaan, serta kolaborasi sebagai tiga faktor penting untuk mendorong UMKM Banten naik kelas.

Sementara itu, Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi/Wakil Kepala BKPM, Todotua Pasaribu, menyebut Banten secara konsisten berada di jajaran lima besar penyumbang investasi nasional dan terus berupaya menuju posisi tiga besar. Menurutnya, keberadaan 21 kawasan industri menjadikan Banten sebagai provinsi dengan jumlah kawasan industri terbanyak kedua di Pulau Jawa setelah Jawa Barat. Banten juga memiliki dua Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), yakni Tanjung Lesung dan BSD.

Dari sisi tata ruang dan pertanahan, Wakil Menteri ATR/BPN, Ossy Dermawan, mengapresiasi koordinasi pemerintah pusat dan daerah di Banten. Salah satu langkah yang disorot adalah penyelarasan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan Nomor Objek Pajak (NOP), yang diharapkan dapat meningkatkan kapasitas fiskal daerah.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten, Sofwan Kurnia, turut menilai peluang investasi di wilayah tersebut masih terbuka luas. Melalui penyelenggaraan KKB dan BIF, Banten diharapkan dapat memperkuat konektivitas antara pelaku UMKM, investor, lembaga pembiayaan, dan industri sehingga pertumbuhan investasi dapat memberikan dampak lebih luas bagi perekonomian daerah.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *