Bantentoday – Peringatan Hari Jantung Sedunia setiap 29 September menjadi momentum untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung. Bertepatan dengan momen tersebut, Samsung mengajak masyarakat lebih memperhatikan kondisi tubuh melalui kebiasaan sehari-hari, termasuk aktivitas fisik, pola tidur, hingga pemantauan sejumlah indikator kesehatan.
Jantung bekerja tanpa henti untuk menjaga tubuh tetap berfungsi. Namun, perhatian terhadap kesehatan jantung sering kali baru muncul ketika gangguan kesehatan mulai dirasakan. Karena itu, perubahan sederhana seperti menjaga pola tidur, rutin berolahraga setidaknya 30 menit, serta memahami kondisi tubuh dinilai dapat menjadi bagian dari upaya membangun gaya hidup yang lebih sehat.
Samsung menghadirkan sejumlah fitur kesehatan melalui Galaxy Watch dan Samsung Health yang memungkinkan pengguna memantau berbagai aspek kesehatan dari pergelangan tangan. Salah satunya adalah Heart Health Score yang menganalisis sejumlah indikator, seperti durasi tidur, aktivitas harian, komposisi tubuh, dan vascular load, kemudian merangkumnya dalam sebuah skor yang lebih mudah dipahami.
Fitur tersebut juga dapat memberikan gambaran mengenai perubahan kebiasaan pengguna. Misalnya, ketika aktivitas fisik berkurang selama beberapa hari, perubahan tersebut dapat tercermin pada Heart Health Score dan disertai rekomendasi untuk kembali meningkatkan aktivitas.
Selain itu, Galaxy Watch dibekali BioActive Sensor yang mengintegrasikan sensor detak jantung optik atau PPG, elektrokardiogram (ECG), serta sensor analisis impedansi bioelektrik (BIA). Teknologi tersebut mendukung pemantauan sejumlah parameter kesehatan, termasuk tekanan darah dan irama jantung.
Pengguna juga dapat melakukan pengukuran ECG dengan menempatkan jari pada elektroda di sisi jam selama sekitar 30 detik. Fitur Irregular Heart Rhythm Notification (IHRN) turut dirancang untuk memantau irama jantung dan memberikan notifikasi ketika mendeteksi tanda-tanda irama jantung tidak teratur yang berulang.
Pemantauan kesehatan juga dapat dilakukan ketika pengguna sedang tidur. Galaxy Watch menganalisis sejumlah indikator, seperti detak jantung saat tidur, heart rate variability (HRV), laju pernapasan, suhu kulit, dan kadar oksigen dalam darah. Data tersebut dibandingkan dengan baseline pribadi pengguna untuk membantu mengenali perubahan kondisi tubuh.
Samsung Health juga memiliki fitur Health Data Sharing yang memungkinkan pengguna membagikan data kesehatan tertentu kepada keluarga atau orang terdekat berdasarkan persetujuan. Data yang dapat dibagikan antara lain jumlah langkah, tekanan darah, detak jantung, hingga kepatuhan mengonsumsi obat.
Samsung menekankan bahwa berbagai hasil pemantauan dari Galaxy Watch merupakan informasi untuk membantu pengguna memahami kondisi tubuh dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan diagnosis maupun pemeriksaan oleh tenaga medis.
Untuk pasar Indonesia, Galaxy Watch Ultra2 tersedia dalam ukuran 47mm dengan pilihan warna Titanium Silver dan Titanium Gray seharga Rp10.499.000. Sementara Galaxy Watch9 tersedia dalam ukuran 40mm dengan harga Rp5.999.000 dan ukuran 44mm seharga Rp6.499.000.
Hingga 31 Oktober 2026, Samsung menawarkan sejumlah program untuk pembelian kedua perangkat tersebut, termasuk pilihan cicilan, cashback untuk pembelian bersama perangkat Galaxy tertentu, serta gratis berlangganan Strava selama 60 hari.

