Ekspor Banten Januari-Agustus 2026 Capai US$8,86 Miliar, Naik 3,32 Persen

By
2 Min Read

Bantentoday – Badan Pusat Statistik (BPS) Banten mencatat nilai ekspor Provinsi Banten pada Januari–Agustus 2026 mencapai US$8.863,98 juta atau sekitar US$8,86 miliar. Angka tersebut meningkat 3,32 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Kenaikan juga terjadi pada ekspor migas dan nonmigas. Nilai ekspor migas Banten selama Januari–Agustus 2026 mencapai US$200,99 juta, melonjak 167,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, ekspor nonmigas meningkat 1,87 persen menjadi US$8.662,99 juta.

Secara khusus, nilai ekspor Banten pada Agustus 2026 mencapai US$1.202,78 juta, naik 10,37 persen dibandingkan Agustus 2025. Ekspor nonmigas pada bulan yang sama tercatat US$1.181,89 juta atau meningkat 10,24 persen secara tahunan.

Dari 10 komoditas dengan nilai ekspor nonmigas terbesar selama Januari–Agustus 2026, tembaga (HS 74) mencatat peningkatan persentase terbesar, yakni 49,25 persen atau bertambah US$285,27 juta. Sebaliknya, kakao/cokelat (HS 18) mengalami penurunan terbesar sebesar 39,30 persen, dengan nilai penurunan mencapai US$270,99 juta.

Dari sisi negara tujuan, Tiongkok menjadi tujuan ekspor nonmigas terbesar Banten dengan nilai US$1.405,13 juta. Berikutnya Amerika Serikat sebesar US$1.017,01 juta dan India US$614,21 juta. Ketiga negara tersebut memberikan kontribusi sebesar 35,05 persen terhadap total ekspor nonmigas Banten. Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN mencapai US$2.317,27 juta dan Uni Eropa yang terdiri dari 27 negara mencapai US$922,25 juta.

Berdasarkan sektor, ekspor nonmigas hasil industri pengolahan meningkat 1,63 persen. Sektor pertambangan dan lainnya juga mengalami kenaikan sebesar 54,33 persen. Namun, ekspor dari sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan justru turun 9,27 persen dibandingkan periode Januari–Agustus 2025.

Adapun berdasarkan pelabuhan muat barang, sebagian besar ekspor Banten pada Januari–Agustus 2026 melalui Pelabuhan Tanjung Priok dengan nilai US$6.850,05 juta atau 77,28 persen. Selanjutnya, Pelabuhan Merak mencatat US$605,18 juta atau 6,83 persen, sedangkan Pelabuhan Cigading sebesar US$573,64 juta atau 6,47 persen.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *