Film GJLS: Berapi-Api Baru Rilis Teaser Sudah Banyak Drama; Dari Kesurupan Arya Saloka Sampai Berantem Dengan Barasuara

By
3 Min Read

Bantentoday – Alih-alih meluncurkan promosi yang anggun dan tenteram layaknya produksi sinema pada umumnya, film layar lebar kedua persembahan Amadeus Sinemagna, GJLS: Berapi-Api, justru langsung disambut gelombang “kontroversi” yang membongkar akal sehat publik sejak teaser trailer perdananya resmi mengudara.

Cuplikan awal tersebut memang sukses menggemparkan linimasa berkat kemunculan nama-nama besar papan atas seperti Arya Saloka, Baim Wong, dan Chicco Jerikho. Namun, sorotan penonton seketika terpecah tatkala menyadari bahwa kehadiran para bintang pujaan tersebut ternyata hanya diwakili nama mereka belaka, sebuah langkah promosi berani yang langsung memicu serangkaian drama kocak di luar layar lebar.

Prahara pertama meletup ketika Rigen Rakelna mendadak berhalusinasi menjadi sosok Arya Saloka. Puncaknya terjadi pada momentum promosi film terbaru sang aktor, Munafik: Melawan Iblis, saat Rigen tiba-tiba nekat hadir menyambut penonton di tengah rangkaian agenda cinema visit.

Melihat tingkah laku yang kian meresahkan dan membawa aura negatif, Arya Saloka yang tengah mendalami perannya sebagai Ustadz Adam tanpa pikir panjang langsung mengambil tindakan darurat spiritual: melakukan prosesi ruqyah di tempat guna mengusir arwah jahat yang memperdaya raga Rigen. Kejadian tak lazim tersebut sontak viral dan mengukuhkan betapa tingginya risiko psikis mencatut nama aktor berwibawa di proyek GJLS.

Belum tuntas perkara mistis Arya Saloka, medan perang baru justru meletus di ranah musik. Personel GJLS lainnya, Hifdzi Khoir, kedapatan berseteru sengit di media sosial dengan kolaborator resmi pengisi official soundtrack, band Barasuara.

Pangkal masalah bermula usai sang vokalis, Iga Massardi, bertandang ke podcast GJLS dan menyepakati penggarapan lagu orisinal khusus untuk film ini. Di luar dugaan, Hifdzi secara sepihak melayangkan penolakan keras lantaran bersikeras menginginkan lagu ciptaannya sendirilah yang berhak bertengger di jajaran soundtrack utama film.

Setelah perdebatan panas yang menguras kuota internet, Hifdzi bersama Rigen dan Rispo akhirnya bertolak menyambangi markas Barasuara untuk menyampaikan permohonan maaf resmi. Menariknya, proses rekonsiliasi antar-musisi dan komika ini ditandai dengan penyerahan sebuah “buket risol”, yang ironisnya sempat nyaris digasak sendiri oleh Hifdzi di tengah sesi mediasi akibat didera rasa lapar.

Rentetan prahara di dunia nyata ini hanyalah secuil gambaran dari kegilaan yang sesungguhnya. Dalam GJLS: Berapi-Api, trio Rigen, Rispo, dan Hifdzi akan menguji nyali sebagai petugas pemadam kebakaran (damkar) pemberani dalam balutan narasi baru yang jauh lebih segar, menyentuh, sekaligus penuh aksi komedi spontan.

GJLS: Berapi-Api resmi meluncur di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *