Bantentoday – Musisi dan penyanyi-penulis lagu Alya Zurayya resmi menandai babak baru dalam perjalanan bermusiknya dengan merilis single terbaru berjudul “sulitkah aku dicintai?”. Berbeda dari karya-karya sebelumnya yang kerap membagikan perspektif kebijaksanaan dan pelajaran hidup, lagu ini menjadi ruang pertama bagi Alya untuk menelanjangi rasa rentan, keraguan, serta pertanyaan-pertanyaan tersembunyi yang selama ini mengendap di dalam dirinya.
Sejak awal kariernya, publik mengenal Alya Zurayya sebagai penutur kisah-kisah pendewasaan, proses mengenal diri, hingga cara bangkit dari titik terendah. Namun dalam “sulitkah aku dicintai?”, Alya mengambil pendekatan naratif yang jauh lebih intim dan personal. Lagu ini lahir bukan dari satu peristiwa tunggal, melainkan akumulasi perjalanan panjang yang diwarnai dinamika pertemuan, perpisahan, hingga menyisakan sebuah refleksi batin.
“Selama ini, orang mungkin mengenalku melalui lagu-lagu yang bercerita tentang perjalanan mengenal diri atau mencari makna kehidupan. Bahkan saat menulis tentang cinta, aku lebih banyak menceritakan pelajaran yang kudapat. Namun di lagu ‘sulitkah aku dicintai?’, untuk pertama kalinya aku ingin mengajak orang benar-benar mengenal sisi diriku yang belum pernah kuceritakan—pertanyaan-pertanyaan yang muncul saat aku mengalami patah hati dan mempertanyakan diriku sendiri,” ungkap Alya Zurayya.
Lagu ini menjadi cerita dan dialog internal Alya dengan dirinya sendiri. Di tengah upayanya untuk terus belajar mencintai diri sendiri, muncul pertanyaan reflektif tentang apakah ada bagian dalam dirinya yang memang sulit untuk dipahami atau dicintai oleh orang lain. Alya mengungkapkan bahwa keputusan merilis lagu ini hadir dari kesiapan mentalnya untuk tampil lebih jujur tanpa takut terlihat rapuh.
Bagi Alya keputusan dirinya untuk akhirnya merilis lagu ini merupakan bentuk keberanian untuk tampil lebih jujur dan menerima sisi kerentanan dirinya sebagai seorang manusia biasa. Selama ini, ia kerap menyembunyikan rasa rapuh karena menganggapnya sebagai hal yang tak perlu diperlihatkan kepada publik. Namun kini, di balik deretan lagu bernuansa harapan yang pernah ia lahirkan, Alya secara terbuka mengakui bahwa dirinya pun tak luput dari rasa pesimis, kegagalan, duka yang mendalam, hingga keinginan untuk menyerah.
Rilisan ini sekaligus mengakhiri jeda musik Alya selama hampir dua tahun sejak album terakhirnya meluncur pada tahun 2023. Jeda tersebut menjadi fase penting dalam kehidupan pribadi Alya, yang harus kehilangan ibunda tersayang—sosok pendukung utamanya—satu bulan sebelum album terdahulu dirilis. Kehilangan mendalam tersebut mengubah hubungan Alya dengan musik. Ia memilih untuk mengambil jarak sejenak dari industri demi memproses rasa duka, menyembuhkan diri, serta mencari kembali esensi dan alasannya bermusik.
“Setelah kepergian Ibu, rasanya aku harus mengenal kembali diriku sendiri dan mencari lagi alasan kenapa aku membuat musik. Aku memilih untuk hadir dulu bagi diriku sendiri dan menerima semua proses yang sedang kulewati. Sampai akhirnya di tahun ini, aku merasa siap untuk memulai kembali perjalanan bermusik dengan cara yang lebih jujur daripada sebelumnya,” tuturnya.
Dalam proses kreatif “sulitkah aku dicintai?” telah diinisiasi Alya sejak tahun 2025 melalui pengumpulan materi lagu, sebelum akhirnya masuk ke tahap produksi penuh pada tahun 2026. Lagu ini menjadi karya pertama di mana Alya mempercayakan produksi musiknya kepada dua rekan bermusiknya, Anbiya Nawfal dan Dava Giustizia, yang sebelumnya merupakan bagian dari tim panggungnya.
Lagu “sulitkah aku dicintai?” yang ditulis dan dikomposisikan langsung oleh Alya Zurayya ini menampilkan aransemen instrumen yang organik dan hangat: Anbiya Nawfal pada gitar sekaligus produser, Dava Giustizia pada keyboard, dipadukan dengan aransemen string yang dibalut indah oleh Adwitya Gita Tisti. Sedangkan untuk proses mixing dan mastering nya dikerjakan oleh Fachry Nugroho.
Dengan lagu “sulitkah aku dicintai?” dari Alya Zurayya ini menjadi pembuka dari rangkaian cerita yang lebih besar yang dirancang Alya hingga tahun 2027 mendatang. Cerita-cerita berkelanjutan ini akan terangkum dalam satu semesta narasi yang merekam fase pendewasaan dan penerimaan dirinya secara utuh.
“’sulitkah aku dicintai?’ adalah pembuka dari bab baru. Ke depannya, cerita-cerita ini akan terus berlanjut melalui lagu-lagu berikutnya yang berada dalam semesta yang sama. Walaupun banyak pertanyaan yang mungkin belum menemukan jawaban, aku tetap percaya bahwa setiap pengalaman akan membawaku kepada hal-hal baik yang disiapkan Sang Maha Segala di depan sana,” tutup Alya dengan optimis.
Semoga lagu ini bisa menjadi teman bagi siapa saja yang sedang berproses untuk berdamai dengan dirinya sendiri. Mari melangkah bersama dalam perjalanan kejujuran ini, dan biarkan lagu “sulitkah aku dicintai?” yang kini sudah dapat dinikmati di seluruh platform pemutar musik digital hadir memeluk setiap ruang refleksi Anda.”

