Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Dukung Peluncuran SNPMB 2026

Bantentoday – Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) menyatakan dukungannya terhadap peluncuran Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB) 2026 yang diumumkan lebih awal oleh Tim Pelaksana SNPMB bersama Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek). Acara ini disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube dan Instagram resmi Kemendiktisaintek serta disaksikan ribuan penonton daring.
Konferensi pers diawali dengan sambutan Wakil Ketua II SNPMB, Prof. Martono, dilanjutkan paparan Ketua Umum Tim Penanggung Jawab SNPMB, Prof. Dr. Ir. Eduart Wolok, S.T., M.T., laporan Ketua Pelaksana, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie, Ph.D., serta arahan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd.
Tim Pelaksana SNPMB menyampaikan bahwa informasi penyelenggaraan SNPMB 2026 dimajukan lebih awal dibanding tahun sebelumnya. Kebijakan ini diambil berdasarkan evaluasi penyelenggaraan SNPMB 2025 yang mencatat sejumlah kendala, mulai dari waktu sosialisasi, persiapan sekolah dan siswa, hingga praktik kecurangan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.
Pada SNPMB 2026, diberlakukan syarat baru untuk jalur Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), yaitu siswa yang eligible wajib memiliki nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) Kemdikdasmen. Eduart Wolok menegaskan bahwa percepatan pengumuman ini merupakan langkah untuk memastikan seleksi berjalan lebih fleksibel, efisien, transparan, adil, akuntabel, dan berkualitas.
“Kami ingin memastikan seleksi nasional bukan hanya sekadar teknis, melainkan menjadi upaya menjawab tantangan mutu pendidikan tinggi serta menyiapkan lulusan SMA/MA/SMK yang unggul dan siap bersaing,” ujarnya.
Sementara itu, Wamen Diktisaintek, Prof. Dr. Fauzan, M.Pd., menekankan pentingnya pelaksanaan SNPMB yang transparan dan antisipatif terhadap berbagai tantangan. Ia mengingatkan agar pengalaman tahun sebelumnya, seperti masalah pengisian PDSS, praktik perjokian, hingga pemerataan sosialisasi, menjadi pelajaran berharga.
“Prinsipnya, kita ingin melayani masyarakat sebaik-baiknya, tanpa diskriminasi, dan memastikan hasil seleksi dapat dipertanggungjawabkan,” ungkap Fauzan. Ia juga menegaskan perlunya inovasi dalam mencegah kecurangan serta sosialisasi masif agar seluruh sekolah dan calon mahasiswa memperoleh informasi yang sama.
