BSI Maslahat bantu evakuasi korban kebakaran area pabrik pakan di Bekasi

Bantentoday – BSI Maslahat menunjukkan kepedulian sosial dengan berkontribusi aktif dalam proses evakuasi korban kebakaran pabrik pakan ternak di kawasan Medansatria, Bekasi.
Bantuan yang diberikan berupa penyediaan mobil jenazah dan tim relawan, membuktikan komitmen BSI Maslahat dalam mengimplementasikan nilai-nilai sosial bagi sebuah lembaga filantropi.
Kebakaran besar yang terjadi pada Jumat, 1 November 2024 di pabrik pakan ternak di kawasan Medansatria, Bekasi, membutuhkan penanganan evakuasi yang cepat dan terkoordinasi. Material mudah terbakar di dalam pabrik menyebabkan api cepat menyebar dan proses pemadaman berlangsung lama, mengakibatkan jatuhnya korban jiwa dan luka-luka yang memerlukan penanganan segera.
BSI Maslahat mengerahkan Tim Care beserta armada mobil jenazah untuk membantu proses evakuasi korban. Bantuan ini merupakan bagian dari program tanggap darurat BSI Maslahat yang didukung oleh dana ZISWAF dari nasabah dan karyawan BSI. Tim Care BSI Maslahat berkoordinasi dengan tim SAR dan pihak berwenang lainnya untuk memastikan proses evakuasi berjalan lancar.
“Sebagai lembaga keuangan syariah terbesar di Indonesia, BSI Maslahat memiliki tanggung jawab sosial yang besar terhadap masyarakat. Melalui BSI Maslahat, kami berkomitmen untuk hadir dalam situasi darurat dan memberikan bantuan yang dibutuhkan masyarakat,” kata Manager Care & Rescue Group BSI Maslahat, Ibnul Amin disiaran persnya, Selasa (5/11).
Sementara, Perwakilan BPBD Kota Bekasi menambahkan bahwa, kehadiran Tim Care BSI Maslahat sangat membantu proses evakuasi korban. Koordinasi yang baik antara tim BSI Maslahat dengan tim relawan membuat proses evakuasi berjalan lebih efektif.
Akibat dari kebakaran tersebut, total korban meninggal sebanyak 12 orang, sementara 20 orang lainnya masih dirawat di rumah sakit akibat luka-luka yang diderita.
Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dan dengan cepat meluas ke seluruh area pabrik, menyebabkan api tidak terkendali. Tim pemadam kebakaran dan petugas darurat lainnya berusaha keras untuk memadamkan api karena banyaknya bahan yang mudah terbakar seperti bahan kimia dan pakan yang mudah terbakar di area pabrik sehingga menyulitkan proses pemadaman api.
Sampai saat ini, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan. Namun, sumber internal dari pabrik mengatakan bahwa api kemungkinan berasal dari korsleting listrik atau bocoran gas yang tidak terdeteksi.
Dari 20 korban yang dirawat di rumah sakit, 5 orang masih dalam kondisi kritis dan memerlukan perawatan intensif. Mereka menderita luka bakar parah dan keracunan asap. Sementara itu, 15 korban lainnya mengalami luka ringan dan diharapkan dapat dipulangkan dalam waktu dekat.
