Persik Sukses Amankan Kemenangan, Dewa United Gigit Jari

Bantentoday – Dewa United Banten FC harus mengakui keunggulan tuan rumah Persik Kediri dengan skor 2-1 pada lanjutan BRI Super League 2025/26 pekan ke-20 di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (7/2/2026) sore. Laga yang berlangsung di tengah guyuran hujan deras ini menjadi ujian berat bagi Banten Warriors, baik secara teknis maupun mental.
Sejak awal pertandingan, hujan dengan intensitas tinggi terus mengguyur Stadion Brawijaya dan membuat kondisi lapangan semakin sulit. Bola kerap terhenti di genangan air, sementara pijakan pemain tidak stabil akibat drainase yang kurang optimal.
Petaka datang lebih cepat bagi Dewa United. Kesalahan di lini belakang pada menit ke-4 berhasil dimaksimalkan penyerang Persik, Gómez, untuk membawa tuan rumah unggul. Gol tersebut membuat Dewa mencoba meningkatkan intensitas serangan meski kondisi lapangan semakin berat.
Pada menit ke-32, Persik kembali menambah keunggulan. Umpan tarik dari sisi kiri pertahanan Dewa gagal diantisipasi dengan sempurna dan gelandang Persik, Toral, sukses mencetak gol kedua. Skor 2-0 bertahan hingga turun minum.
Memasuki babak kedua, pertandingan baru berjalan tujuh menit ketika wasit memutuskan menunda laga akibat hujan yang semakin deras. Genangan air yang meluas di sejumlah area lapangan membuat bola sulit mengalir normal. Setelah menunggu lebih dari satu jam, pertandingan akhirnya dilanjutkan.
Pelatih kepala Dewa United, Jan Olde Riekerink, melakukan beberapa pergantian pemain dan penyesuaian taktik untuk menyesuaikan dengan kondisi lapangan yang masih diguyur hujan. Perubahan tersebut membuahkan hasil pada menit ke-56 ketika gelandang Dewa United, Vico Duarte, mencetak gol pertamanya untuk Banten Warriors sekaligus memperkecil ketertinggalan menjadi 2-1.
Gol tersebut membakar semangat para pemain Dewa United. Serangan demi serangan terus digencarkan demi mencari gol penyeimbang. Namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 tetap bertahan untuk kemenangan Persik Kediri.
Dalam sesi Post-Match Press Conference yang digelar di Ruang Konferensi Pers Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (7/2/2026) malam, Jan Olde Riekerink menyoroti kondisi pertandingan yang menurutnya sangat memengaruhi jalannya laga.
“Pertandingan berlangsung dalam kondisi yang sangat buruk dan di lapangan yang juga sangat buruk. Masalah kami bukan pada cara bermain, karena menurut saya pada babak pertama kami bermain di level yang cukup baik. Saya rasa kami tidak bermain buruk,” ujarnya.
Ia kemudian menegaskan bahwa persoalan utama timnya bukan terletak pada penguasaan permainan, melainkan pada momen-momen krusial yang berujung gol lawan.
“Cara kami kebobolan juga menjadi masalah. Gol kedua juga berawal dari situasi ketika kami sebenarnya memiliki peluang untuk melakukan serangan balik. Kami memainkan bola setengah-setengah, kehilangan penguasaan, lalu mereka mencetak gol. Masalah yang sama terus terjadi, yaitu kami terlalu mudah kebobolan,” urainya.
Meski demikian, pelatih asal Belanda tersebut tetap memberikan apresiasi terhadap kerja keras para pemainnya di babak kedua.
“Saya tidak bisa menyalahkan tim karena di babak kedua mereka terus mencoba mencetak gol. Menurut saya, para pemain sudah mencoba segalanya, termasuk menerapkan taktik khusus di lapangan seperti ini. Dalam kondisi seperti ini, Anda juga membutuhkan sedikit keberuntungan,” terangnya.
Jan Olde turut menyoroti kesulitan membangun permainan dalam kondisi lapangan yang sangat tidak ideal.
“Terkadang saya berpikir mengapa kami tidak memainkan bola yang lebih sederhana, bola panjang yang mudah. Namun jika Anda mencoba membangun permainan di lapangan seperti ini, itu benar-benar menyulitkan. Kami sudah melihat kondisinya sejak sesi latihan kemarin—lapangan sangat lunak karena hujan, dan hari ini kondisinya bahkan terasa seperti rawa,” tutupnya.
