Merayakan Imlek Lewat Fashion dan Toleransi di One B Koko dan Cici 2026

Merayakan Imlek Lewat Fashion dan Toleransi di One B Koko dan Cici 2026

Bantentoday – Dalam rangka memperingati Tahun Baru Imlek, Anggalang by Omar bersama One BelPark Mall menggelar ajang One B Koko dan Cici 2026 pada 17 Februari 2026. Memasuki tahun penyelenggaraan kedua, acara ini menjadi wadah bagi pemuda dan pemudi Indonesia. memeriahkan Imlek sebagai perayaan budaya.

Mengusung semangat toleransi dan keberagaman, One B Koko dan Cici 2026 menghadirkan panggung seni yang mengangkat tema damainya Nusantara. Kegiatan ini menampilkan beragam bakat di bidang seni, khususnya fashion show, serta melibatkan pelaku UMKM, aktivis budaya, dan para desainer fashion dalam satu kolaborasi.

Panitia One B Koko dan Cici 2026, Chelliszya Christabelle Halim, mengatakan tujuan utama acara ini adalah membangun pemahaman lintas budaya.

“Tujuan diselenggarakannya One B Koko dan Cici 2026 adalah untuk membangun pemahaman dan toleransi budaya. Selama ini, Chinese New Year atau Imlek sering dipersepsikan hanya sebagai perayaan agama dan identitas etnis Tionghoa saja,” ujarnya.

Ia menambahkan, melalui ajang ini pihak penyelenggara ingin menegaskan bahwa Imlek merupakan perayaan budaya yang dapat dirayakan oleh siapa saja. “Kami ingin Imlek bisa diapresiasi oleh semua kalangan, tanpa memandang latar belakang etnis maupun agama. Dengan begitu, acara ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap budaya Tionghoa sebagai bagian dari keberagaman budaya Indonesia,” lanjutnya.

Rangkaian acara diisi dengan kompetisi fashion show yang tidak hanya menilai kemampuan catwalk peserta, tetapi juga menguji kreativitas. Busana yang dikenakan merupakan rancangan desainer dan dapat dikombinasikan serta dimodifikasi oleh peserta sesuai kreativitas masing-masing. Meski demikian, terdapat aturan yang harus dipatuhi, seperti tidak mengubah bentuk dasar, kancing, serta elemen utama kostum yang telah ditentukan.

Adapun kategori yang diperlombakan meliputi Mei Mei dan Didi untuk usia 4–12 tahun, Koko dan Cici untuk usia 13–28 tahun, serta Kategori C (Istimewa) yang tidak dibatasi usia. Kategori istimewa ini secara khusus membuka kesempatan bagi anak-anak disabilitas untuk tampil di atas panggung, menunjukkan karakter, potensi, dan keunikan mereka masing-masing.

Penilaian peserta dilakukan oleh lima dewan juri dari latar belakang berbeda, yakni Olivia Summer, Arsita, Oentari Handayani, serta Nasya. Dalam proses penjurian, kriteria yang dinilai meliputi kemampuan catwalk, kreativitas, ekspresi wajah, serta kepercayaan diri atau confidence yang tercermin dari cara peserta membawakan diri di atas panggung.

Peserta One B Koko dan Cici 2026 datang dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Pontianak, Surabaya, Jakarta, Tangerang, hingga sejumlah kota lainnya. Kehadiran peserta dari berbagai wilayah ini menegaskan bahwa ajang tersebut berskala nasional dan merangkul keberagaman latar belakang budaya.

Selain fashion show, acara ini juga dimeriahkan dengan parade barongsai yang dibawakan oleh OneB Popo Chiki. Parade ini digelar sebagai bagian dari visi spread awareness, untuk memperkenalkan budaya Tionghoa kepada pengunjung mal serta menegaskan bahwa perayaan Imlek bukanlah acara eksklusif, melainkan perayaan budaya yang terbuka bagi semua kalangan.

TAGS