Fabio Lefundes: Persita Bertahan di Liga 1 Meski Diterpa Badai Tantangan

Fabio Lefundes: Persita Bertahan di Liga 1 Meski Diterpa Badai Tantangan

Bantentoday – Di tengah berbagai tantangan, tim berjuluk Pendekar Cisadane mampu menutup kompetisi BRI Liga 1 dengan finis di peringkat ke-11 klasemen akhir, mengumpulkan 43 poin—lebih baik dari musim sebelumnya yang berada di posisi ke-14.

Pelatih kepala Fabio Lefundes mengungkapkan kebanggaannya terhadap perjuangan anak asuhnya yang terus berjuang hingga akhir musim, meskipun menghadapi berbagai kondisi yang tidak ideal sepanjang perjalanan kompetisi.

“Kami mengalami musim yang sangat sulit, dengan banyak tantangan, tetapi kami mencapai target kami untuk tetap berada di Liga 1,” ujar Fabio.

Salah satu tantangan utama yang dihadapi Persita adalah tidak bermain di kandang sendiri pada putaran pertama. Mereka harus berpindah-pindah stadion sebagai tuan rumah sebelum akhirnya bisa kembali bermain di Indomilk Arena mulai pekan ke-22.

“Kami bermain di stadion yang berbeda ketika seharusnya bermain di Indomilk Arena. Itu bukan hal mudah, apalagi untuk membangun konsistensi permainan,” jelas Fabio.

Tak hanya masalah stadion, Persita juga mengalami kendala besar dengan komposisi pemain. Tiga pemain asing andalan harus absen lebih awal di musim ini. Sandro dan Bruno mengalami cedera serius, sementara Marcelo menghadapi persoalan non-teknis yang membuatnya harus menepi dari skuad.

Meski sempat terseok-seok, Fabio dan tim pelatih mencoba bangkit dengan melakukan manuver di jendela transfer. Tiga wajah baru hadir: Ayom Majok, Tamirlan Kozubaev, dan Eber Bessa. Namun lagi-lagi nasib kurang berpihak, karena Eber Bessa mengalami cedera pada pertandingan ketiga.

“Musim ini kami memberi kesempatan kepada 34 pemain. Kami melakukan rotasi besar dan membuka jalan bagi talenta muda seperti Yardan, Ali, Dafiq, Adriano, dan Cois. Itu salah satu hal yang patut kami syukuri,” kata pelatih asal Brasil tersebut.

Tak hanya memberi panggung bagi pemain muda, Fabio juga aktif memantau perkembangan tim U-20 (EPA) dan membawa beberapa pemain muda untuk merasakan atmosfer tim senior sebagai bagian dari strategi jangka panjang klub.

“Banyak pemain kami yang sebelumnya berjuang keras agar tim bertahan di Liga 1 musim lalu. Jadi ketika kami mendapatkan poin yang aman, beberapa dari mereka mungkin merasa lebih santai. Mengubah mentalitas ini akan menjadi tantangan besar di masa depan,” jelasnya.

Mengakhiri musim dengan rasa lega, Fabio Lefundes menyebut kerja keras dan ketegasan sebagai kunci bertahan di tengah badai. Ia juga berharap Persita bisa lebih kuat dan sukses pada musim mendatang.

“Saya percaya saya dan staf pelatih telah memberikan banyak jawaban untuk klub. Semoga mereka bisa melangkah lebih jauh di musim depan,” tutupnya.

TAGS