Ekspor Banten Awal 2026 Turun 6,11 Persen, Kinerja Nonmigas Ikut Melemah

Bantentoday – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai ekspor Provinsi Banten pada periode Januari–Februari 2026 mencapai US$2.023,10 juta atau mengalami penurunan sebesar 6,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Penurunan ini sejalan dengan kinerja ekspor nonmigas yang tercatat sebesar US$1.982,02 juta, turun 7,80 persen secara tahunan.
Secara bulanan, nilai ekspor Banten pada Februari 2026 tercatat sebesar US$1.045,79 juta, atau turun 3,56 persen dibandingkan Februari tahun lalu. Sementara itu, ekspor nonmigas pada bulan yang sama mencapai US$1.025,16 juta, mengalami penurunan sebesar 5,17 persen dibandingkan periode Februari 2025.
Dari sisi komoditas, terdapat perbedaan tren pada sejumlah sektor utama. Komoditas besi dan baja (HS 72) mencatat kenaikan terbesar dengan nilai tambahan sebesar US$59,05 juta atau naik 63,24 persen. Sebaliknya, komoditas kakao atau cokelat (HS 18) mengalami penurunan paling signifikan, yakni sebesar US$102,27 juta atau turun 43,70 persen.
Untuk tujuan ekspor, Tiongkok menjadi negara dengan nilai ekspor nonmigas terbesar dari Banten pada Januari–Februari 2026, yakni mencapai US$271,35 juta. Disusul Amerika Serikat sebesar US$237,86 juta dan India sebesar US$168,23 juta, dengan total kontribusi ketiganya mencapai 34,18 persen. Sementara itu, ekspor ke kawasan ASEAN tercatat sebesar US$493,97 juta dan ke Uni Eropa (27 negara) sebesar US$242,08 juta.
Dilihat dari sektor, ekspor nonmigas dari industri pengolahan mengalami penurunan sebesar 7,96 persen. Penurunan lebih dalam terjadi pada sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan yang turun 18,25 persen. Namun, sektor pertambangan dan lainnya justru mencatat pertumbuhan signifikan sebesar 56,00 persen.
Dari sisi pelabuhan, sebagian besar aktivitas ekspor Banten masih didominasi melalui Pelabuhan Tanjung Priok dengan nilai mencapai US$1.589,22 juta atau berkontribusi 78,55 persen. Disusul Pelabuhan Cigading sebesar US$152,04 juta (7,52 persen) dan Pelabuhan Merak sebesar US$130,18 juta (6,43 persen).
