Diskusi Publik INDEF: Realokasi Anggaran untuk Pembangunan Strategis Via Danantara dan Makan Bergizi Gratis

Diskusi Publik INDEF: Realokasi Anggaran untuk Pembangunan Strategis Via Danantara dan Makan Bergizi Gratis

Bantentoday – Di tengah dinamika perekonomian global yang semakin tidak menentu, kebijakan fiskal dituntut tidak hanya responsif terhadap tekanan jangka pendek, tetapi juga mampu menciptakan fondasi pertumbuhan ekonomi yang kuat dan berkelanjutan. Dalam konteks tersebut, isu “Realokasi Anggaran untuk Pembangunan Strategis melalui Danantara dan Makan Bergizi Gratis” menjadi relevan untuk dibahas sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia dan ketahanan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.

Eka Chandra Buana – Deputi PMP Bappenas, dalam keynote speech menjelaskan bahwa saat ini Indonesia memasuki fase krusial pembangunan, di mana kebijakan fiskal menjadi kunci dalam mendorong pertumbuhan ekonomi sesuai arah RPJMN 2025–2029.

Dalam konteks ini, Danantara dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai program unggulan tujuan memperkuat kualitas sumber daya manusia sekaligus mendorong aktivitas ekonomi. MBG tidak hanya berperan dalam meningkatkan gizi dan kesehatan anak, tetapi juga memberikan efek ekonomi melalui realokasi anggaran yang lebih tepat sasaran, sementara Danantara memiliki efek spillover yang besar melalui investasi strategis jangka panjang.

Untuk memastikan kebijakan ini benar-benar efektif, digunakan pendekatan Overlapping Generations (OG) guna melihat dampak fiskal jangka panjang dan memastikan belanja negara tidak hanya berorientasi jangka pendek. Integrasi MBG dengan sektor pangan dan ekonomi lokal diharapkan mampu mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif dan berkelanjutan, sehingga manfaat pembangunan hari ini tidak menjadi beban di masa depan, melainkan fondasi bagi kesejahteraan generasi mendatang.

Rizal Taufikurahman – Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan INDEF, menyampaikan bahwa riset ini menggunakan Model Overlapping Generation Indonesia (OG- IDN) yang dikembangkan bersama UN DESA, Kementerian PPN/Bappenas, dan Universitas Diponegoro untuk mengkaji dampak kebijakan terhadap pertumbuhan ekonomi dan keberlanjutan fiskal lintas generasi.

Hasil analisis menunjukkan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan investasi sumber daya manusia yang berdampak positif pada konsumsi rumah tangga di seluruh kelompok pendapatan, terutama melalui perbaikan gizi anak, tanpa menimbulkan tekanan fiskal permanen karena dirancang bersifat fiskal-netral. Dampak MBG terhadap pasar tenaga kerja dan suku bunga riil bersifat kecil dan sementara, mencerminkan peningkatan efisiensi dan kualitas tenaga kerja. Sementara itu, Danantara diposisikan sebagai instrumen dana abadi jangka panjang untuk menjawab tantangan fiskal struktural dan mendorong pertumbuhan dari sisi penawaran, dengan proyeksi peningkatan PDB hingga sekitar 3 persen pada fase puncak dan pertumbuhan yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang. Riset ini menegaskan pentingnya ketepatan sasaran dan evaluasi kebijakan berbasis hasil jangka panjang agar manfaat pembangunan benar-benar dirasakan lintas generasi.

Firmansyah – Guru Besar FEB UNDIP, menuturkan bahwa kehadiran Danantara dinilai penting untuk menghadapi perekonomian yang semakin volatil sekaligus menjawab tantangan fiskal struktural dan keterbatasan APBN, sejalan dengan mandat RPJMN 2025– 2029 yang menekankan perlunya pergeseran paradigma fiskal melalui instrumen jangka panjang berorientasi antargenerasi.

Dirancang sebagai dana abadi (sovereign wealth fund), Danantara bertujuan menyediakan sumber pembiayaan yang stabil bagi sektor-sektor strategis nasional dan dianalisis menggunakan model ekonomi makro dinamis Overlapping Generations – Indonesia (OG-IDN) yang dikembangkan bersama UNDESA. Hasil simulasi menunjukkan bahwa melalui tahapan pengembangan hingga 2045, Danantara mampu mendorong peningkatan produktivitas, akumulasi modal, dan efisiensi ekonomi, dengan PDB diproyeksikan meningkat hingga mendekati 3 persen pada fase puncak dan bertahan di kisaran 2 persen dalam jangka panjang, disertai kenaikan konsumsi, penawaran tenaga kerja, dan upah riil secara berkelanjutan serta suku bunga riil yang lebih rendah.

Analisis juga menegaskan bahwa Danantara bekerja dari sisi penawaran tanpa menimbulkan beban fiskal tambahan, tetap menjaga rasio utang terhadap PDB, dan pada akhirnya memastikan bahwa realokasi anggaran hari ini menjadi investasi produktif yang memberikan manfaat bagi generasi mendatang.

Ibnu Yahya – Direktur Pembangunan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan, Kementerian PPN/BAPPENAS, menjelaskan bahwa menghadapi tantangan global yang semakin kompleks dari sisi geopolitik dan geoekonomi, Indonesia dituntut memiliki perencanaan kebijakan yang kuat dan berbasis data guna memitigasi dampak lintas generasi.

Dalam konteks ini, Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Danantara diposisikan sebagai solusi atas persoalan struktural. MBG berperan memperkuat sektor kesehatan dan kualitas sumber daya manusia, sementara Danantara diarahkan untuk meningkatkan ketahanan ekonomi dan mendorong revitalisasi industri nasional, khususnya sektor manufaktur yang masih tertinggal dalam kompleksitas produk dan nilai tambah. Di tengah megatrend penuaan populasi dan proyeksi penurunan jumlah penduduk usia produktif, peningkatan produktivitas nasional dalam jangka waktu yang semakin terbatas menjadi kunci, sehingga kualitas generasi muda melalui MBG menjadi faktor penentu daya saing ekonomi ke depan.

Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi 5–6 persen, pemerintah perlu memfokuskan kebijakan pada dua pilar utama, yakni penguatan industri dan peningkatan pendapatan kelas menengah, dengan tetap memastikan bahwa realokasi APBN untuk program-program prioritas ini tidak menimbulkan guncangan signifikan terhadap stabilitas fiskal serta dirancang agar berkelanjutan dan memberikan dampak nyata bagi pembangunan jangka panjang.

TAGS