Banjir dan Cuaca Ekstrem Landa Kota Serang, 1.296 Jiwa Terdampak

Bantentoday – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Serang melaporkan terjadinya sejumlah bencana banjir dan cuaca ekstrem di wilayah Kota Serang pada Senin, 12 Januari 2026, sekitar pukul 02.46 WIB. Meski kondisi cuaca terpantau hujan dengan intensitas ringan, genangan air masih terjadi di beberapa kecamatan dan berdampak pada ratusan rumah warga.
BPBD mencatat banjir terjadi di sembilan titik yang tersebar di Kecamatan Curug, Cipocok Jaya, Serang, Kasemen, dan Walantaka. Di Kecamatan Curug, banjir terparah terjadi di Lingkungan Pulo, Kelurahan Cipete, dengan ketinggian air mencapai 105 sentimeter yang merendam lima rumah dan berdampak pada 20 jiwa. Sementara itu, genangan di Jalan Raya Petir KM 5, Kelurahan Tinggar, sempat mengganggu akses jalan namun kini berangsur surut.
Di Kecamatan Cipocok Jaya, banjir melanda beberapa lokasi, antara lain Komplek Citra Gading, Lingkungan Lebak, Lingkungan Munjul Jaya, serta Komplek Grand Sutera, dengan ketinggian air antara 30 hingga 80 sentimeter. Di wilayah ini, tercatat 246 rumah terdampak dan sebanyak 30 warga terpaksa mengungsi. Satu fasilitas umum berupa Pondok Pesantren Riyadul Barokah turut terdampak genangan.
Banjir juga terjadi di Kecamatan Serang, tepatnya di Lingkungan Kebaharan Al-Amin, Kelurahan Lopang, yang sempat merendam 50 rumah. Namun, kondisi di wilayah tersebut dilaporkan sudah surut. Sementara di Kecamatan Kasemen dan Walantaka, air masih menggenangi permukiman warga dengan ketinggian hingga 80 sentimeter, menyebabkan puluhan kepala keluarga terdampak dan sebagian warga mengungsi.
Selain banjir, BPBD Kota Serang juga mencatat empat kejadian cuaca ekstrem berupa pohon tumbang di Kecamatan Kasemen, Taktakan, Serang, dan Curug. Pohon tumbang sempat menghalangi akses jalan dan merusak bangunan warga, namun seluruh kejadian tersebut telah ditangani oleh petugas.
Cuaca ekstrem juga mengakibatkan empat kejadian rumah roboh di Kecamatan Kasemen, Taktakan, Walantaka, dan Cipocok Jaya. Kerusakan meliputi bagian depan, belakang, hingga dapur rumah warga. Secara keseluruhan, bencana ini berdampak pada 400 kepala keluarga atau 1.296 jiwa, dengan total 485 rumah terendam, lima rumah rusak, dan 50 jiwa mengungsi.
BPBD Kota Serang telah melakukan berbagai upaya penanganan, mulai dari pemantauan cuaca melalui BMKG, monitoring wilayah terdampak, penurunan personel dan peralatan, evakuasi warga, penanganan pohon tumbang, asesmen rumah roboh, hingga pendataan korban terdampak.
