Bantentoday – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Tangerang mengingatkan orang tua untuk mewaspadai influenza tipe A pada anak, terutama ketika muncul demam tinggi secara tiba-tiba yang disertai batuk hingga sesak napas. Kondisi tersebut perlu mendapat perhatian karena pada sejumlah kasus dapat berkembang lebih berat dibandingkan flu atau batuk pilek biasa.
Kepala Dinkes Kota Tangerang dr. Dini Anggraeni menjelaskan, influenza tipe A disebabkan oleh virus influenza tipe A dengan gejala awal yang dapat menyerupai flu biasa. Namun, penyakit tersebut juga dapat ditandai dengan demam tinggi, batuk, dan pada beberapa kasus disertai sesak napas.
“Kalau influenza tipe A ada demam tinggi yang tiba-tiba, kemudian bisa disertai dengan batuk atau bahkan mungkin beberapa kasus ada sesak. Ini yang harus menjadi perhatian bagi kita dan umumnya terjadi pada anak-anak,” ujar dr. Dini, Kamis (1/10/2026).
Ia meminta orang tua tidak panik, tetapi tetap memperhatikan perubahan kondisi anak. Jika flu atau batuk pilek disertai demam tinggi, tubuh terlihat lemah, muncul gangguan pencernaan, atau batuk hingga menyebabkan sesak, anak disarankan segera dibawa ke fasilitas kesehatan lanjutan.
Menurut dr. Dini, influenza tetap dapat ditangani. Penanganan awal umumnya dilakukan secara simptomatis, disertai istirahat yang cukup dan pemenuhan asupan makanan serta kebutuhan tubuh.
Namun, apabila demam tinggi tidak dapat ditangani di rumah maupun di fasilitas kesehatan tingkat pertama, pasien perlu mendapatkan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut di fasilitas kesehatan rujukan atau rumah sakit.
“Namun, jika demam tinggi tidak dapat ditangani di rumah maupun fasilitas kesehatan tingkat pertama, pasien perlu mendapatkan penanganan lebih lanjut di fasilitas rujukan atau rumah sakit,” jelasnya.
Dinkes Kota Tangerang juga terus memperkuat edukasi kepada masyarakat melalui jaringan puskesmas. Informasi kesehatan disampaikan melalui media sosial masing-masing puskesmas serta berbagai kanal komunikasi masyarakat, termasuk grup WhatsApp di tingkat RT dan RW.
Selain edukasi, Dinkes memastikan tenaga kesehatan dan fasilitas kesehatan rujukan tetap disiapkan untuk mendukung penanganan masyarakat. Warga juga diimbau menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta menjaga kondisi kesehatan sehari-hari.

