Kolaborasi Unik Pokémon dan Wayang, Wamen Ekraf Dorong Kreator Lokal Mendunia

"Pokémon merupakan IP internasional yang mempunyai pengaruh besar di dunia, sedangkan wayang adalah identitas nasional serta budaya yang mencerminkan nilai luhur dan kepribadian bangsa," kata WamenEkraf, Irene Umar.

Tony Prasetyo
4 Min Read
Poke Wayang

Bantentoday – Pemerintah mendukung kolaborasi yang menghadirkan Pokémon dalam bentuk wayang. Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Irene Umar, menyebut Project Poke Wayang ini sebagai kolaborasi kreator lokal dengan Intellectual Property (IP) global yang memperluas jangkauan budaya sekaligus menciptakan dampak ekonomi berkelanjutan.

“Pokémon merupakan IP internasional yang mempunyai pengaruh besar di dunia, sedangkan wayang adalah identitas nasional serta budaya yang mencerminkan nilai luhur dan kepribadian bangsa. Dengan adanya Poke Wayang, semoga anak-anak muda kita merasakan relevansi tersebut dan cinta kembali kepada wayang,” ujar Wamen Ekraf dalam sambutannya pada acara Pokemon Press Conference: Future Plans For Indonesia 2026-2027 yang berlangsung di The St. Regis Hotel, Jakarta, Senin (14/9).

Wamen Ekraf menjelaskan kolaborasi Pokémon dengan Indonesia sebelumnya telah hadir melalui kerja sama bersama Garuda Indonesia dengan menghadirkan Pikachu di livery pesawat, Pikachu berbatik, serta kolaborasi musik bersama penyanyi dangdut Happy Asmara yaitu Goyang HEPIKA. Menurutnya, sinergi terbaru Poke Wayang bersama Wahyu Dunung Raharjo dari Sahabat Wayang menunjukkan bahwa pemanfaatan IP global mampu memperluas jangkauan kebudayaan lokal ke panggung internasional secara berkelanjutan.

Selain itu, peluncuran Pokémon Run, Pokémon Sports Project, serta Pokémon Trading Card Game Pocket (PTCG Pocket) versi bahasa Indonesia telah dipersiapkan secara matang khusus bagi para penggemar setia di Tanah Air. Berbagai acara kolaborasi seru antara Pokémon dan Nintendo juga dipastikan siap menyusul dalam waktu dekat. Proyek-proyek ini bertujuan menyediakan pengalaman spesial bagi kalangan dari berbagai umur yang disesuaikan dengan budaya dan gaya hidup di Indonesia.

“Pikachu berbatik yang melenggang ke Tokyo adalah wujud nyata kekuatan ekonomi kreatif dalam membawa kearifan lokal Indonesia ke panggung dunia, begitu juga dengan Wayang Pokemon, Wayang adalah warisan budaya UNESCO yang tak ternilai harganya. Dengan memadukan tradisi ini dengan Pokémon, kita sedang menciptakan media pop-kultur yang unik untuk memperkenalkan kekayaan budaya kita kepada generasi muda. Ini tentang empati, keterhubungan, dan menjaga tradisi kita tetap hidup,” ungkap Irene Umar.

Proses perancangan hingga produksi kesenian khas ini melibatkan diskusi intensif bersama Kementerian Ekraf, Kementerian Kebudayaan, serta Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) selama hampir satu tahun, di mana pagelaran Wayang Pokemon akan dipentaskan perdana pada ajang World Conference on Creative Economy (WCCE) mendatang tepat di sini, di Jakarta, pada tanggal 21 hingga 23 Oktober 2026. Langkah sinergis ini diharapkan mampu menumbuhkan kecintaan anak bangsa terhadap warisan tradisi melalui media hiburan modern yang dekat dengan keseharian mereka.

Corporate Officer Asia Business Division The Pokémon Company, Susumu Fukunaga, menyatakan bahwa kolaborasi ini merupakan langkah inovatif ini memadukan warisan budaya luhur wayang kulit dengan keajaiban dunia Pokémon untuk menginspirasi serta menyatukan generasi muda di Indonesia dan seluruh dunia. “Kami telah berdiskusi dan berbicara dengan tiga kementerian di Indonesia, terutama terima kasih banyak kepada ibu Irene Umar yang terus berkolaborasi dengan kami, dan kami punya misi ingin menyampaikan kepada lebih banyak lagi anak-anak di Indonesia tentang dunia Pokemon,” tutur Susumu Fukunaga.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *