House of Tugu Old Town Jakarta Masuk Top 5 Best City Hotels in Indonesia Versi Travel + Leisure

Harry
By
5 Min Read

Bantentoday – Di balik satu pintu di Kota Tua, tersimpan lebih dari seribu kepingan sejarah yang telah dijaga dan diwariskan selama perjalanan lebih dari lima abad, kini akhirnya terbuka bagi masyarakat luas.

Belum genap dua tahun sejak pertama kali membuka pintunya, House of Tugu Old Town Jakarta telah mencatatkan pengakuan berskala global, dipilih oleh para pembaca salah satu publikasi perjalanan paling berpengaruh di dunia sebagai salah satu Top 5 Best City Hotels in Indonesia dalam ajang bergengsi Travel + Leisure Luxury Awards Asia Pacific 2026.

“Bagi kami, House of Tugu tidak pernah sekadar menjadi tempat menginap yang mewah; ia adalah penjaga romansa, seni, dan jiwa Indonesia yang nyaris terlupakan,” ujar Shafa Haura, Perwakilan House of Tugu Old Town Jakarta. “Pengakuan dari para pembaca Travel + Leisure ini adalah milik seluruh tim dan tamu kami yang turut membawa semangat yang sama. Ia menghidupkan kembali misi kami untuk membuktikan pada dunia bahwa sejarah bukanlah artefak museum yang beku, melainkan pengalaman yang hidup dan dapat dirasakan di setiap sudut properti ini.”

Ketika hotel-hotel perkotaan pada umumnya menawarkan kemewahan yang seragam dan berulang, House of Tugu Old Town Jakarta hadir sepenuhnya berbeda, sebuah oase langka di tengah ibu kota. Melangkah masuk dari hiruk-pikuk jalanan Jakarta, para tamu memasuki dunia tersembunyi yang memesona, tempat riuhnya kota memudar menjadi keheningan mendalam dan romansa yang abadi.

Namun yang sesungguhnya membedakan House of Tugu bukan semata suasananya, melainkan skala dan keaslian dari kisah-kisah yang ia rawat.

Dibangun melalui perjalanan panjang hampir dua dekade dalam merestorasi bangunan-bangunan bersejarah dengan penuh ketelitian, properti ini kini menaungi lebih dari 1.000 keping benda antik dan artefak langka, sebagian merupakan warisan turun-temurun dari leluhur keluarga Tugu, sebagian lagi hasil pencarian dan pelestarian keluarga selama enam dekade. Tak ada satu pun sudut di sini yang sekadar dekorasi, setiap koridor, suite, dan ruang makan adalah arsip hidup.

Menjelang usia Jakarta yang akan genap lima abad, House of Tugu menyimpan kisah dan artefak yang menembus jauh melampaui sejarah kota ini sebagai Batavia, menghadirkan catatan hidup tentang tanah ini, masyarakatnya, dan kekuasaannya, jauh sebelum ia menjelma menjadi metropolis seperti sekarang.

Untuk menjaga kedalaman dan eksklusivitas semacam ini, properti hanya menawarkan dua puluh enam kamar tamu, tak satu pun serupa satu sama lain. Setiap kamar menghidupkan kembali satu babak nyata dari masa lalu Indonesia, mulai dari jalur perdagangan di sepanjang Kali Besar hingga rumah tangga Peranakan di Batavia lama, dan bersama-sama, kamar-kamar serta ragam venue di hotel ini membentuk narasi paling lengkap tentang sejarah Jakarta yang berabad-abad usianya, yang tak tertandingi di mana pun di kota ini.

Di jantung narasi inilah tersimpan sebuah kisah yang nyaris tak pernah diceritakan di mana pun di dunia. House of Tugu adalah satu-satunya rumah publik di Indonesia yang secara khusus mendedikasikan dirinya bagi sejarah Peranakan kelas atas dari Jawa, sebuah warisan yang sepenuhnya berbeda dari budaya Peranakan Singapura, Malaysia, maupun negara-negara Asia Tenggara lain yang lebih dulu dikenal luas.

Didorong oleh komitmennya yang berkelanjutan untuk memperluas narasi ini bagi ibu kota, House of Tugu Old Town Jakarta kini membuka babak berikutnya lewat kehadiran De Tiger, speakeasy bar bertema Timur Jauh yang telah lama dinantikan. Jika kamar-kamar hotel menjaga keanggunan dan romansa Jakarta lama, De Tiger mengungkap sisi lainnya. Abad-abad silam di Kota Tua dan Sunda Kelapa bukan hanya sarat keanggunan, tetapi juga menggetarkan, sedikit nakal, dan diselimuti sensasi bahaya yang memikat, kisah-kisah yang kini nyaris terlupakan.

De Tiger tidak sekadar menghidupkan kembali sejarah ini; ia menafsirkannya dengan berani, memperluas jangkauan penceritaan House of Tugu dari kamar tamu hingga ke malam hari. Ruang ini hadir sebagai sanctuary malam yang penuh gaya, memadukan mixology heritage yang eksotis dengan energi yang provokatif dan penuh misteri, dirancang khusus bagi para tastemaker masa kini. Melalui De Tiger, House of Tugu Old Town Jakarta melanjutkan misinya untuk menempatkan kekayaan sejarah Indonesia yang megah, dan seringkali belum terungkap, tepat di panggung sorotan internasional.

Share This Article
Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *