Bantentoday – Proyek film Baby Udon karya perdana rumah produksi Sumargo Films berkolaborasi dengan LYTO Pictures tengah menjadi perbincangan hangat pecinta sinema tanah air. Diangkat dari kisah nyata emosional milik content creator Fanny Kondoh dan mendiang suaminya asal Jepang, Hajime Kondoh, film garapan sutradara Fajar Bustomi ini menjanjikan drama yang siap menguras air mata.
Di balik layar, sosok Denny Sumargo (Densu) menjadi sorotan utama. Demi menghidupkan karakter Hajime secara autentik dan menghormati memori almarhum, Densu menunjukkan dedikasi luar biasa yang tak main-main.
Berikut adalah 5 hal ekstrem dan menyentuh hati yang rela dilakukan Denny Sumargo demi terwujudnya film ‘Baby Udon’:
- Rela Ambil Peran Ganda: Jadi Produser Sekaligus Pemeran Utama
Tidak hanya berdiri di depan kamera sebagai pemeran utama, Densu juga memikul tanggung jawab besar di balik layar sebagai produser melalui rumah produksinya, Sumargo Films. Mengendalikan produksi film skala besar sekaligus menjaga kualitas akting yang intens tentu membutuhkan daya tahan fisik dan mental ekstra.
Namun, Densu rela melakoni double job ini demi memastikan kisah inspiratif Fanny dan Hajime dapat tersampaikan ke penonton dengan penuh rasa hormat. Walaupun, di awal keputusan menjadi pemeran utama, Fanny Kondoh sang pemilik kisah, sempat meragukan.
“Jangankan orang-orang, saya saja di awal sempat berpikir, loh kok Densu? Darimana ini cocoknya? Tapi mas Fajar bilang harus Densu dari day one,” ujar Fanny dengan cara bicaranya yang membuat hadirin tertawa. Melihat bagaimana keseriusan Densu, Fanny pun akhirnya mengakui bahwa Densu berhasil membawa jiwa suaminya di film ini.
- Berani Rombak Penampilan Ekstrem Hingga Cukur Botak
Demi menyesuaikan kondisi fisik karakter Hajime Kondoh yang harus berjuang melawan penyakit kanker, Densu tidak ragu untuk mengubah penampilannya secara drastis. Ia rela memangkas rambutnya hingga botak licin.
Transformasi fisik ini bukan sekadar urusan estetika, melainkan wujud empati mendalam untuk menggambarkan perjuangan berat seorang pasien kanker secara jujur di layar lebar. Bahkan sang sutradara mengatakan bahwa ia bangga bisa membuat Densu botak sungguhan. “Kapan lagi kan botakin Denny Sumargo?” ungkap Fajar Bustomi.
- Tekun Mempelajari Bahasa dan Aksen Percakapan Jepang
Memerankan sosok pria asli Jepang bernama Hajime tentu menghadirkan tantangan bahasa yang tak mudah. Densu secara khusus meluangkan waktu untuk belajar bahasa Jepang, mulai dari tata bahasa, artikulasi, hingga gestur khas pria Negeri Sakura.
Ia ingin memastikan bahwa dialek dan intonasinya saat beradu akting terdengar alami, terutama saat berinteraksi dengan karakter lain di dalam cerita. Beruntungnya, di film ini juga melibatkan pemain asli Jepang, yang sekaligus membantunya untuk memperlancar penuturan bahasa Jepangnya, salah satunya adalah Hiroaki Kato.
- Membangun Chemistry Mendalam Bersama Caitlin Halderman
Di film ini, Densu beradu peran dengan aktris muda berbakat Caitlin Halderman yang memerankan sosok Fanny Kondoh. Untuk menciptakan ikatan emosional sepasang suami istri yang saling mencintai dan berjuang bersama, Densu dan Caitlin melakukan pendekatan akting yang intensif. Hasilnya, chemistry di antara keduanya terasa sangat hidup, hangat, sekaligus menyayat hati saat badai ujian menghampiri rumah tangga mereka.
Caitlin pun membenarkan bahwa usaha mereka berdua memang semaksimal mungkin untuk membawa kisah Fanny dan Hajime terasa real di layar lebar. “Kita beneran curhat terus, setiap hari,” ujar Caitlin. “Sampai ada di titik, bosen ya kita Ko (Denny Sumargo), ketemu terus setiap hari,” lanjut Caitlin sambil bercanda.
- Menyaksikan Video Asli Mendiang Hajime, Termasuk Momen Sakratul Maut
Langkah paling berat sekaligus paling emosional yang dilakukan Densu adalah melakukan riset karakter secara langsung. Ia rela menonton dokumen video asli milik keluarga Fanny dan Hajime, bahkan sampai menyaksikan rekaman detik-detik sakratul maut almarhum Hajime.
Densu melakukan hal ini demi merasakan langsung getaran jiwa, kepedihan, serta keteguhan sosok Hajime, sehingga setiap emosi yang ditampilkan di kamera benar-benar bersumber dari rasa hormat yang mendalam. Totalitas ini bahkan sampai membuat sutradara kaget. “Dia sebelum take rajin banget nonton terus, kirain nonton apa kan lewat handphone. Eh nggak tahunya nonton video almarhum,” ujar Fajar dengan rasa kagumnya.
Melalui dedikasi tanpa batas dari Denny Sumargo dan seluruh tim, film Baby Udon dipastikan bakal menjadi salah satu karya drama paling menyentuh di tahun 2026.
Film ini dibintangi Caitlin Halderman dan Denny Sumargo, dan didukung oleh jajaran aktor dan aktris lintas generasi yang punya kualitas akting luar biasa, di antaranya Vonny Anggraini, Naufal Samudra, Ayya Renita, Alexandra Vallerie, Putri Ayudya, Alfie Alfandy, Royhan Hidayat, hingga musisi dan aktor asal Jepang, Hiroaki Kato.
Jangan lewatkan film Baby Udon yang akan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 3 September 2026
