Sapi Jumbo Asal Serang Masuk Kandidat Hewan Kurban Presiden

Sapi Jumbo Asal Serang Masuk Kandidat Hewan Kurban Presiden

Bantentoday – Sapi limosin berbobot 1,1 ton milik Kandang Berkah Aarkun Kota Serang diproyeksikan menjadi hewan kurban Presiden tahun ini. Sapi jantan berusia 4 tahun 3 bulan bernama “Bobby” itu lolos seleksi awal untuk program Bantuan Sapi Nasional (Banas).

Pemilik kandang, Budi Tohari, mengaku bangga sekaligus bersyukur. Menurutnya, ini kali pertama peternak asal Kota Serang bisa masuk dalam skema kurban presiden.

“Awalnya Dinas Peternakan Kota Serang melakukan pemantauan kesehatan sapi-sapi di sini. Beliau tertarik dengan sapi spesial ini dan berencana mengajukan untuk Banas. Saya sangat bangga bisa ikut berkontribusi untuk Kota Serang, tempat saya dilahirkan,” kata Budi, saat ditemui di kandang Berkah Aarkun yang berada Link. Kiara RTRW 03/02 Kelurahan Walantaka Kecamatan Walantaka, Jumat (22/5/2026).

Ia juga mengapresiasi peran Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Serang dan juga Agus Purwanto selaku yang menangani riset dan pengembangan pakan.

“Beliau pakarnya. Bagaimana sapi bisa gemuk tapi tetap sehat, dari pakan, kalsium, hijauan, protein, mineral, semua beliau yang merancang. Saya tidak bisa maju sendiri tanpa tim yang mendukung di belakang,” ujarnya.

Budi menegaskan, keberhasilan ini tidak lepas dari kerja tim. Tim kandang yang setiap hari merawat Bobby, terutama teamwork dalam hal ini yang menjadi garda terdepan dalam proses penggemukan.

“Ini tim saya yang nyetak Bobby dan sapi-sapi lain. Tanpa mereka, tidak mungkin hasil ini tercapai,” tegasnya.

Sementara itu, Penanggungjawab produksi, Agus Purwanto, menjelaskan Bobby awalnya dibeli saat usia 2 tahun 8 bulan (kurang dari 3 tahun) dengan bobot 800 kg. Setelah perawatan intensif selama 1,5 tahun, bobotnya kini mencapai 1,1 ton dengan tinggi 156 cm dan panjang hampir 3 meter.

“Kami rawat seperti merawat manusia. Pagi, siang, sore dimandikan. Pakannya pakai komboran pagi dan sore, minimal 2% dari bobot badan agar bisa cetak sapi 1 ton ke atas,” jelas Agus.

Untuk hijauan, lanjut Agus pihaknya memberikan 10% dari total pakan setiap hari, dibagi tiga kali. Rumput liar dan rumput pakchong disilase terlebih dahulu agar kadar air berkurang dan aman dikonsumsi sapi besar.

“Kalau langsung diberi hijauan segar, sapi besar bisa kembung. Dengan silase, sudah dua tahun kami terapkan dan hasilnya maksimal,” katanya.

Dikatakan Agus, Hasilnya terlihat pada Bobby. Dari bobot awal 800 kg, kini stabil di pada usia 3 tahun, dan terus naik hingga 1,7 ton saat ini.

 

 

TAGS