Pembuktian di Balik Layar, Film Nobody Loves Kay Bongkar Perjuangan ‘Gila’ Menjadi Pro-Player, Terinspirasi dari Kairi ONIC

Pembuktian di Balik Layar, Film Nobody Loves Kay Bongkar Perjuangan ‘Gila’ Menjadi Pro-Player, Terinspirasi dari Kairi ONIC

Bantentoday –  Setelah sukses memicu perbincangan hangat di media sosial melalui perilisan teaser trailer dan poster, film Nobody Loves Kay menggelar acara Media Gathering eksklusif. Film hasil kolaborasi antara ONIC, Migunani Cinema Cult, Folago Pictures dan Qun Films, bekerja sama dengan Visinema Pictures ini secara resmi memperkenalkan sebuah film drama coming-of-age yang mengambil inspirasi dari perjalanan hidup pro-player e-sport fenomenal, ONIC Kairi.

Film ini bukan sekadar tentang berapa banyak kemenangan di arena pertandingan. Nobody Loves Kay menggali lebih dalam ke balik gemerlap lampu panggung turnamen, tapi menyoroti keberanian seorang remaja dalam mengejar mimpi yang dianggap mustahil oleh lingkungannya.

Sutradara Bernardus Raka, dalam debut film panjangnya, mengungkapkan bahwa ia ingin memotret sisi manusiawi yang jarang terlihat dari dunia e-sport.

“Film ini adalah debut yang jujur buat saya. Lewat Nobody Loves Kay, saya ingin tunjukkan kalau e-sport itu lebih dari sekadar main game. Ini tentang mental yang ditempa, tentang jatuh bangun psikologis, dan gimana rasanya jadi anak ‘nekat’ yang tetap lari mengejar mimpi meski dunia di sekitarnya bilang itu nggak mungkin,” ujar Bernardus Raka.

ONIC Kairi, yang kehadirannya menjadi inspirasi sentral karakter Kay, menekankan bahwa film ini adalah representasi dari pengorbanan panjang yang selama ini tidak tertangkap kamera turnamen. “Yang banyak orang lihat di turnamen-turnamen itu hasil akhirnya, film ini menceritakan perjuangan di baliknya. Bukan hanya untuk para fans MLBB, ini adalah film untuk mereka di luar sana yang berani bermimpi,” ungkap Kairi dalam sesi diskusi media.

Film ini bercerita tentang Kay, pro-player andalan tim ONIC, mengenang masa ketika mimpinya hanya dianggap angan-angan kosong. Bersama dua sahabatnya, Ido dan Aurelio, ia pernah berjanji akan mengguncang dunia, namun tekanan dan ambisi buta justru menghancurkan persahabatan mereka. Kay didepak dari timnya sendiri, kehilangan arah, dan dianggap gagal oleh lingkungan yang sejak awal meragukannya.

Berada di titik nadir dan hampir dipaksa meninggalkan dunianya, Kay menolak menyerah. Ini bukan sekadar soal memenangkan pertandingan, melainkan pembuktian bahwa mimpi yang diremehkan, jika diperjuangkan dengan segenap hati, akan menemukan jalannya sendiri menuju panggung tertinggi.

Film Nobody Loves Kay menghadirkan kolaborasi solid antara aktor muda berbakat dan deretan nama senior yang sudah tidak asing lagi di industri perfilman Indonesia. Karakter utama Kay diperankan oleh Bima Azriel, yang akan beradu akting dengan Rey Bong sebagai Ido dan Joshia Frederico sebagai Aurelio, membentuk trio persahabatan yang menjadi sentral cerita.

 

Aktris Aurora Ribero turut bergabung memerankan sosok Amanda, murid pintar yang menjadi kunci perjalanan Kay. Tak hanya itu, kekuatan departemen akting film ini semakin lengkap dengan kehadiran Ariyo Wahab, Mian Tiara, hingga Melati Sesilia yang memberikan kedalaman pada dinamika keluarga dan konflik dalam cerita.

Film ini dibintangi oleh deretan aktor berbakat seperti Bima Azriel, Rey Bong, Aurora Ribero, Joshia Frederico, serta didukung oleh performa kuat dari Ario Wahab, Mian Tiara, dan Melati Sesilia.

Setelah proses produksi yang panjang, Nobody Loves Kay dipastikan akan menyapa penonton di seluruh bioskop Indonesia mulai 4 Juni 2026. Melalui perjalanan Kay, penonton diajak untuk merefleksikan kembali pilihan hidup dan keberanian untuk tetap dipercaya atas jalan yang mereka pilih.

TAGS