Pemkot Tangsel Dorong Pemuda Jadi Motor Pembangunan

Bantentoday – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) mulai menyusun arah pembangunan dengan menempatkan pemuda sebagai salah satu fokus utama.
Hal ini terlihat dalam gelaran Pra Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahun 2027 yang berlangsung di Ruang Command Center, Kamis (2/4/2026).
Sebanyak 134 perwakilan organisasi kepemudaan bersama perangkat daerah dilibatkan, baik secara luring maupun daring, dalam forum yang menjadi ruang strategis untuk menyerap aspirasi generasi muda.
Asisten Daerah (Asda) I Kota Tangsel, Chaerudin, menegaskan bahwa pemuda memiliki peran krusial dalam menentukan arah masa depan kota. Dengan jumlah mencapai 353.971 jiwa atau sekitar 23,8 persen dari total penduduk, pemuda menjadi kekuatan besar yang tidak bisa diabaikan.
“Pemuda merupakan motor utama pembangunan masa depan. Mereka berada pada usia produktif, mewarisi kepemimpinan, memiliki daya pikir inovatif, serta akan menjadi pelaku utama dalam sektor ekonomi, sosial, dan politik,” ujar Chaerudin.
Menurutnya, pemuda tidak hanya berperan sebagai penerus, tetapi juga sebagai kekuatan moral, kontrol sosial, sekaligus agen perubahan dalam dinamika pembangunan.
Oleh karena itu, pembangunan kepemudaan harus menjadi bagian utama dalam perencanaan, bukan sekadar pelengkap. Ia menekankan pentingnya membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, adaptif, inovatif, kreatif, dan berkarakter.
Dalam forum tersebut, Pemkot Tangsel juga menegaskan bahwa pembangunan pemuda akan difokuskan pada lima dimensi utama, yakni pendidikan, kesehatan, kesejahteraan dan kesempatan kerja, partisipasi serta kepemimpinan, serta penghapusan diskriminasi berbasis gender.
Kelima aspek ini dinilai penting untuk memastikan seluruh pemuda memiliki akses yang adil dalam mengembangkan potensi diri.
Selain itu, komitmen terhadap pembangunan kepemudaan juga telah dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang (RPJP) Kota Tangerang Selatan 2025–2029, dengan menjadikan Indeks Pembangunan Pemuda sebagai indikator kinerja utama.
“Dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks, capaian pembangunan pemuda dimulai dari proses perencanaan yang partisipatif. Kegiatan hari ini merupakan ruang partisipasi yang inklusif dan terarah bagi pemuda untuk menyampaikan aspirasi serta aksi nyata dalam proses perencanaan pembangunan,” tuturnya.
Ia pun mendorong seluruh peserta untuk aktif berdiskusi dan menghasilkan gagasan yang konstruktif, sehingga program yang dirumuskan dapat terintegrasi dengan kebijakan perangkat daerah.
Melalui Pra-Musrenbang ini, Pemkot Tangsel ingin memastikan bahwa pembangunan tidak hanya dirancang untuk pemuda, tetapi juga bersama pemuda.
