46 Finalis F Icons 2025, Siap Rebut Gelar First Face Indonesia

46 Finalis F Icons 2025, Siap Rebut Gelar First Face Indonesia

Bantentoday – Dari lebih dari 300 peserta yang berani bermimpi, kini hanya tersisa 46 finalis. Mereka adalah anak-anak, remaja, dewasa, hingga individu disabilitas, masing-masing membawa kisah tentang ketangguhan, ambisi, dan kreativitas. Bersama-sama, mereka berdiri sebagai finalis F Icons 2025, siap membuktikan bahwa kepemimpinan tidak ditentukan oleh usia, latar belakang, atau kondisi, melainkan oleh visi dan karakter.

Perjalanan dimulai dari F Icons Showcase di Senayan City, di mana para finalis diperkenalkan kepada publik dalam sebuah malam penuh kesan yang juga menampilkan karya inovatif dari desainer Indonesia: LAAR, Howard Laurent, dan KOYKO.

Babak berikutnya berlanjut dengan karantina dan pendampingan selama dua hari pada 26–27 September 2025 di Sampoerna Strategic Square, sebelum akhirnya menuju Grand Final pada 28 September 2025.

Namun, F Icons bukan sekedar kontes kecantikan. Ini adalah sebuah gerakan pemberdayaan, platform yang dirancang untuk membentuk pemimpin masa depan dan memberikan mereka suara, keterampilan, serta kehadiran untuk memberi pengaruh, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Arie Khayz, National Director F Icons 2025, menggambarkan ajang ini sebagai perjalanan transformasi.

“F Icons bukan soal mahkota atau gelar, ini tentang transformasi. Finalis diberikan ruang untuk menguji disiplin, keberanian, dan keaslian mereka. Bagi saya, esensi dari platform ini adalah mempersiapkan individu yang mampu beradaptasi, memberi pengaruh, dan memimpin baik di ruang rapat, panggung budaya, maupun arena internasional. Itulah mengapa kami menyebut mereka pemimpin masa depan, bukan sekadar wajah.”

Pendampingan menjadi inti dari F Icons. Olivia Summer, salah satu mentor, akan memimpin kelas tentang public speaking, etiket, dan membangun rasa percaya diri. Baginya, keaslian lebih berharga daripada kesempurnaan.

“Setiap finalis datang dengan potensi, tetapi yang penting adalah bagaimana mereka melangkah pergi—dengan kejelasan, kepercayaan diri, dan karakter. Kepemimpinan bukan soal tanpa cela, tetapi tentang kehadiran. Harapan saya, ketika mereka meninggalkan pengalaman ini, mereka melihat diri mereka bukan sebagai peserta, tetapi sebagai pembawa perubahan.”

Bagi Rachel Octavia, CEO F Sigma sekaligus Publisher The F People magazine, F Icons adalah deklarasi sekaligus tanggung jawab.

“F Icon lahir untuk menunjukkan bahwa kekuatan Indonesia ada pada keberagaman. Panggung ini milik anak-anak, remaja, dewasa, hingga individu disabilitas, karena masa depan harus inklusif. Dengan menganugerahkan gelar ‘First Face Indonesia,’ kami tidak sedang mendefinisikan kecantikan, kami sedang mendefinisikan suara, identitas, dan kebanggaan yang berbicara untuk bangsa kita. Ini bagian dari misi kami untuk menempatkan Indonesia di pusat budaya, luxury, dan pengaruh di Asia.”

Dengan dukungan F Sigma Group dan The F People magazine, para finalis F Icons tidak hanya mendapatkan pengakuan nasional, tetapi juga eksposur internasional, melalui publikasi global, editorial storytelling, dan akses ke jejaring luxury, budaya, serta pengaruh.

Pada 28 September 2025, saat gelar First Face Indonesia dianugerahkan, itu bukan akhir dari sebuah kompetisi, melainkan awal dari sebuah warisan. Warisan yang membuktikan bahwa Indonesia memiliki pemimpin masa depan yang berani, kreatif, empatik, dan siap berdiri dengan bangga di panggung dunia.

TAGS